Dilema Perbankan 2026: Antara Potensi Cuan 41% BBCA dan Bayang-bayang Kredit Macet
JAKARTA – Sektor perbankan Indonesia berada di persimpangan jalan pada tahun 2026. Di tengah optimisme pemulihan laba, raksasa sekuritas BRI Danareksa justru memasang sikap defensif.
Menariknya, di balik sikap hati-hati tersebut, terselip proyeksi menggiurkan bagi pemegang saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan potensi keuntungan hingga 41%.
Analis Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis mengungkapkan bahwa meski “mesin” laba perbankan mulai panas kembali, investor tidak boleh menutup mata terhadap risiko kualitas aset yang mengintai.
Pertumbuhan Kredit 11% vs Margin yang Terjepit
BRI Danareksa memproyeksikan laba sektor perbankan akan tumbuh 5,1% (yoy) di tahun 2026. Angka ini didorong oleh akselerasi penyaluran kredit yang diperkirakan melaju kencang ke angka 11%, naik signifikan dari capaian 9,1% di tahun sebelumnya.
Namun, ada harga yang harus dibayar. Ekspansi kredit ini diprediksi akan menekan Margin Bunga Bersih (NIM). Artinya, bank mungkin menyalurkan lebih banyak uang, tetapi keuntungan dari selisih bunga per transaksi cenderung menipis.
Waspada NPL: UMKM dan Konsumtif Jadi Titik Lemah
Kualitas kredit tetap menjadi “hantu” yang menakutkan bagi industri. Analis memperingatkan potensi kenaikan Non-Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah. Risiko utama datang dari keterlambatan pembayaran di segmen:
- Kredit UMKM: Masih rentan terhadap fluktuasi ekonomi lokal.
- Kredit Konsumtif: Terancam oleh daya beli yang belum sepenuhnya stabil.
Jika tidak dimitigasi, risiko ini dapat menjalar dan mengganggu kualitas kredit investasi secara keseluruhan.
Strategi Defensif di Tengah Ketidakpastian
Sikap netral yang diambil analis bukan tanpa alasan. Ketidakpastian kondisi makroekonomi dan potensi revisi turun estimasi laba oleh konsensus menjadi alasan mengapa investor disarankan untuk tetap waspada.
Meski saham BBCA terlihat sangat atraktif dengan target kenaikan tinggi, pemilihan waktu masuk (entry point) akan sangat menentukan hasil akhir.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












