HeadlinePasarSaham

Saham BBRI Banting Harga! Laba Bersih Merosot 58% di Januari 2025

116
Saham BBRI Banting Harga! Laba Bersih Merosot 58% di Januari 2025
Saham BBRI turun signifikan setelah laba bersih Januari 2025 anjlok 58% yoy. Apa penyebab utama dan bagaimana prospek ke depannya?

BBRI Catat Penurunan Laba 58%, Saham Terjun Bebas!

JAKARTA, BursaNusantara.com – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengalami penurunan tajam setelah laporan kinerja Januari 2025 menunjukkan laba bersih merosot hingga 58% yoy.

Data dari Stockbit Sekuritas mengungkap bahwa beban provisi yang besar menjadi faktor utama di balik anjloknya profitabilitas bank pelat merah ini.

Dalam panggilan konferensi dengan analis, manajemen BBRI menjelaskan bahwa dari total Rp 5,6 triliun beban provisi bank only pada Januari 2025, sekitar Rp 2 triliun berasal dari provisi sistem otomatis (penilaian portofolio kredit menyeluruh).

Sementara itu, tambahan Rp 3,5 triliun merupakan provisi manajemen (management overlay) terkait dengan risiko dari restrukturisasi kredit Kupedes di segmen mikro.

Proyeksi Keuangan: Beban Provisi Berkurang, Tapi Laba Bisa Turun Lagi?

Manajemen BBRI mengisyaratkan bahwa beban provisi bisa menurun dalam beberapa bulan ke depan, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa laba bersih masih akan mengalami tekanan. Credit costs FY25 diproyeksikan berada di kisaran 300-320 basis poin (bps) dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:

1. Pertumbuhan Kredit dan Pembiayaan

BBRI menargetkan pertumbuhan kredit konsolidasi sebesar 7-9% yoy. Namun, jika realisasi pertumbuhan lebih rendah dari ekspektasi, laba bersih bisa kembali tergerus.

2. Penyelesaian Restrukturisasi Kredit Kupedes

Program restrukturisasi Kupedes di segmen mikro menjadi faktor utama dalam penentuan beban provisi. Keberhasilan dalam menyelesaikan program ini akan berdampak langsung pada perbaikan kinerja keuangan BBRI.

3. Stabilitas Likuiditas di Kuartal II 2025

Manajemen optimistis bahwa kondisi likuiditas akan membaik pada Q2 2025, yang diharapkan dapat menopang pemulihan kinerja.

Dividen BBRI: Prospek Menarik atau Perlu Waspada?

Dalam pembahasan mengenai dividen, BBRI mengindikasikan dividend payout ratio (DPR) 85% untuk tahun buku 2024, lebih tinggi dibandingkan DPR tahun sebelumnya yang sebesar 80%. Jika skenario ini terealisasi, maka potensi dividen final BBRI adalah Rp 204 per saham, yang mencerminkan dividend yield sekitar 6% berdasarkan harga saham saat ini di Rp 3.390 per lembar.

Meskipun dividen terlihat menarik, investor tetap perlu mencermati potensi perubahan kebijakan BBRI setelah berada di bawah pengelolaan Danantara, yang bisa berdampak pada strategi pembagian laba ke depan.

Valuasi Saham: BBRI Diskon, Tapi Masih Layak Beli?

Di harga Rp 3.390 per lembar, valuasi saham BBRI saat ini diperdagangkan pada 1,54x 1-Year Forward P/BV. Ini berarti valuasi sudah lebih rendah dibandingkan -2 Standar Deviasi (1,62x) dari rata-rata historis 10 tahun terakhir.

Selain itu, valuasi ini juga merupakan level terendah sejak pandemi Covid-19 (1,32x), yang menandakan bahwa saham BBRI sedang berada dalam kondisi undervalued dibandingkan tren jangka panjangnya.

Namun, investor tetap harus waspada karena jika pemulihan laba berjalan lebih lambat dari ekspektasi, ada potensi revisi turun dalam proyeksi laba bersih FY25. Saat ini, konsensus memperkirakan laba bersih FY25 mencapai Rp 60,7 triliun, hanya sedikit lebih tinggi dari laba FY24 yang sebesar Rp 60,2 triliun.

BBRI Anjlok, Peluang atau Ancaman?

Saham BBRI saat ini berada di persimpangan jalan. Penurunan laba bersih yang signifikan membuat investor khawatir, tetapi valuasi yang lebih murah bisa menjadi peluang bagi mereka yang percaya pada pemulihan jangka panjang.

Keputusan investasi akan sangat bergantung pada bagaimana BBRI mampu mengelola beban provisi dan mendorong pertumbuhan kredit di sisa tahun ini.

Bagi investor yang mencari dividen tinggi, saham BBRI masih menawarkan yield menarik. Namun, bagi yang menghindari risiko tinggi, ada baiknya menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum mengambil keputusan besar.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version