Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Saham BBRI Hingga ANTM Jadi Andalan Trading, PGAS Sorot karena Dividen

134
×

Saham BBRI Hingga ANTM Jadi Andalan Trading, PGAS Sorot karena Dividen

Sebarkan artikel ini
Saham BBRI Hingga ANTM Jadi Andalan Trading, PGAS Sorot karena Dividen
Saham BBRI, ASII, PTBA, UNTR, PGAS, dan ANTM berpotensi cuan di awal pekan. PGAS menarik minat karena dividen besar 10%.

Saham Prospektif dan Dividen Tinggi Jadi Magnet Awal Pekan

JAKARTA, BursaNusantara.com – Sejumlah saham unggulan seperti BBRI, ASII, PTBA, UNTR, PGAS, dan ANTM kembali masuk radar investor menjelang pembukaan perdagangan Senin, 2 Juni 2025.

Sinyal positif datang dari analisis teknikal KB Valbury Sekuritas yang menyematkan status trading buy untuk keenam saham tersebut.

Sponsor
Iklan

Peluang cuan juga makin terbuka berkat musim pembagian dividen yang kembali menggeliat. Emiten seperti PGAS, HMSP, hingga TLKM menjadi sorotan lantaran menawarkan dividend yield yang menggiurkan, bahkan mencapai dua digit.

Rekomendasi Saham: Momentum Teknikal Masih Positif

Valbury Sekuritas memetakan peluang teknikal saham BBRI dengan target kenaikan menuju Rp4.520. Level support-nya berada di Rp4.370, sedangkan stop loss disarankan di Rp4.220.

Sementara saham ASII dipatok target Rp4.940, dengan support Rp4.780. Batas risiko ditetapkan pada Rp4.620 demi meminimalkan kerugian jika tren berubah.

PTBA menjadi kandidat lain yang dinilai layak dikoleksi, ditopang target harga di kisaran Rp2.950. Level support berada di Rp2.850 dengan stop loss Rp2.750.

Saham sektor tambang lain, UNTR, juga tak kalah menarik. Target Valbury menempatkan harga potensi di level Rp22.900, naik dari support-nya di Rp21.925. Sementara itu, stop loss disiapkan di Rp20.950.

Untuk saham gas negara PGAS, analis menilai harga bisa menembus Rp1.875 dalam jangka pendek. Level support-nya tercatat di Rp1.790, dan batas risiko di Rp1.705.

Sedangkan ANTM, saham sektor mineral ini mendapat sinyal bullish dengan target Rp3.210, support Rp3.020, dan batas bawah pengaman di Rp2.830.

PGAS Jadi Magnet Ganda: Momentum Teknikal dan Dividen Jumbo

PGAS tak hanya dilirik karena sinyal teknikalnya, tetapi juga karena nilai dividen final yang fantastis. Berdasarkan data dari Stockbit Sekuritas, PGAS akan membagikan Rp4,39 triliun atau Rp1.820 per saham sebagai dividen tahunannya.

Dengan harga pasar terakhir, yield dividen PGAS mencapai 10%. Meski tanggal cum dan pembayaran belum diumumkan, potensi ini sudah cukup menjadi alasan kuat bagi investor jangka pendek maupun jangka menengah untuk masuk.

Fenomena ini membuat PGAS menjadi saham dengan dua daya tarik sekaligus: momentum trading harian dan prospek keuntungan dari dividen.

Saham Lain dengan Dividen Menggiurkan di Juni

Selain PGAS, masih banyak emiten lain yang memanjakan investor dengan dividen besar. MPMX, misalnya, mencatat dividend yield sebesar 11% dan akan membagikan Rp1.095 per saham dengan jadwal cum date 10 Juni dan pembayaran pada 26 Juni 2025.

BJTM menyusul dengan yield 9,7% dan pembagian dividen Rp565 per saham, cum date pada 3 Juni, dan pembayaran 19 Juni. Tak ketinggalan, PBID dengan yield 9,6%, MAIN 8,7%, dan HMSP yang menawarkan 8,6% dari nilai dividen senilai Rp6,5 triliun.

Berikutnya MSTI membagikan Rp1.440 per saham atau yield 8,2%, dan ELSA yang menetapkan cum date 3 Juni untuk dividen senilai Rp490 per saham dengan yield 8%.

WIIM dan TLKM juga menyiapkan dividen, meski jadwal resmi belum dirilis. WIIM memiliki yield 7,8%, sedangkan TLKM emiten telekomunikasi terbesar menjanjikan dividen Rp2.820 per saham dengan yield 7,5%.

Momentum Juni: Kombinasi Saham Cuan dan Dividen

Bulan Juni bisa menjadi periode emas bagi investor yang mengincar profit jangka pendek maupun pasif income dari dividen.

Dengan belasan emiten yang siap bagi untung, peluang strategi gabungan dividend capturing dan trading short term terbuka lebar.

Saham NRCA dan INTP juga menarik untuk diperhatikan. NRCA membagikan dividen Rp340 per saham dengan cum date 4 Juni, sementara INTP menjadwalkan cum date 3 Juni dengan nilai Rp5.600 per saham.

Tak ketinggalan MTDL yang menetapkan cum date 4 Juni untuk dividen Rp590 per saham, yield 4,1%. Di tengah volatilitas pasar, dividen menjadi insentif yang mampu mengerem tekanan jual.

Investor Bisa Optimalkan Dua Strategi Sekaligus

Dengan momentum teknikal yang kuat di saham-saham seperti BBRI, ANTM, dan UNTR, serta iming-iming dividen besar dari PGAS, HMSP, dan MPMX, para investor punya peluang untuk memadukan dua pendekatan: capital gain dan dividend income.

[tradingview_chart symbol=”IDX:BBRI” height=”360″ theme=”light”]

Meskipun jadwal pembagian dividen belum seluruhnya diumumkan, antisipasi pasar sudah terlihat dari pergerakan harga yang mulai naik menjelang cum date. Ini memberi ruang aksi beli cepat yang bisa menghasilkan cuan ganda.

Namun penting untuk tetap memperhatikan batas risiko seperti yang disarankan Valbury, guna menjaga modal tetap aman di tengah dinamika pasar. Satu langkah cepat dan tepat bisa jadi pembeda antara cuan maksimal dan koreksi tak terduga.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.