JAKARTA, BursaNusantara.com – Pasar saham Indonesia tengah mengalami tren penurunan, termasuk saham-saham blue chip yang menjadi andalan investor di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kendati demikian, ada saham yang tetap menarik karena menawarkan dividen besar, bahkan melebihi bunga deposito. Salah satunya adalah PT Astra International Tbk (ASII) yang akan membagikan dividen dengan yield sebesar 6,8%.
Tren Penurunan Saham Blue Chip
Saham blue chip dikenal sebagai saham dari perusahaan dengan fundamental kuat, kapitalisasi pasar besar, serta stabil dalam jangka panjang. Biasanya, saham ini tergabung dalam indeks unggulan seperti LQ45.
Namun, hingga Februari 2025, harga saham-saham blue chip mengalami tekanan. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perlambatan ekonomi, ketidakpastian global, serta sentimen negatif pasar modal.
Saham ASII Tertekan, Tapi Tetap Menarik
Salah satu saham LQ45, yakni PT Astra International Tbk (ASII), juga mengalami penurunan harga. Pada perdagangan Jumat (28/2/2025), harga saham ASII ditutup di level Rp 4.530, turun 60 poin atau 1,31% dibandingkan sehari sebelumnya.
Secara year-to-date (YTD), saham ASII telah melemah 420 poin atau 8,48%, sedangkan dalam setahun terakhir anjlok 670 poin atau 12,88%.
Namun, meskipun harga sahamnya menurun, ASII tetap menjadi incaran investor karena pembayaran dividennya yang menarik.
ASII Tawarkan Dividen dengan Yield 6,8%
Manajemen Astra International mengusulkan dividen final sebesar Rp 308 per saham untuk tahun buku 2024. Rencana ini akan diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Mei 2025.
Sebelumnya, pada Oktober 2024 lalu, ASII telah membagikan dividen interim sebesar Rp 98 per saham. Dengan demikian, total dividen yang diusulkan untuk tahun 2024 mencapai Rp 408 per saham dengan dividend payout ratio sebesar 48%.
Menurut Presiden Direktur Astra International, Djony Bunarto Tjondro, kebijakan ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam membagikan dividen:
“Rasio pembayaran dividen ini mencerminkan kembalinya persentase rasio pembayaran dividen ke tingkat yang konsisten dengan rasio sebelum distribusi dividen yang lebih tinggi pada 2022 dan 2023.”
Dengan harga saham ASII saat ini, yield dividennya mencapai 6,8%, lebih tinggi dibandingkan suku bunga deposito yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar 4,25%.
Kinerja ASII Tetap Solid di Tengah Tantangan
Meski harga sahamnya melemah, kinerja keuangan Astra International tetap kuat. Berdasarkan laporan keuangan terbaru yang dirilis pada Kamis (27/2/2025):
- Pendapatan bersih ASII mencapai Rp 330,09 triliun pada 2024, meningkat 4,53% YoY dari Rp 316,57 triliun pada 2023.
- Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 34,05 triliun, naik 0,63% YoY dari Rp 33,83 triliun pada 2023.
Djony optimistis ASII memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang cerah:
“Dengan neraca keuangan yang solid, Grup berada dalam posisi yang kuat dalam menavigasi ketidakpastian jangka pendek dan melakukan investasi guna memperkuat bisnis inti serta menjajaki peluang-peluang baru untuk pertumbuhan jangka menengah dan panjang.”
Peluang Investasi di Tengah Koreksi Pasar
Tren penurunan harga saham blue chip memberikan tantangan bagi investor, tetapi juga membuka peluang bagi mereka yang mencari saham dengan fundamental kuat dan imbal hasil dividen menarik.
Astra International (ASII) menjadi salah satu pilihan utama, dengan dividen yield 6,8% yang lebih tinggi dari bunga deposito, serta fundamental bisnis yang tetap solid.
Bagi investor yang mencari pendapatan pasif dari dividen, saham ASII bisa menjadi opsi menarik, terutama jika harga sahamnya masih terkoreksi dalam beberapa bulan ke depan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.








