Analisis Akumulasi: Investor Global Serbu Saham BMRI
JAKARTA – Investor asing baru saja melakukan aksi beli bersih yang sangat masif. Mereka mengincar Saham BMRI sebagai instrumen utama di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan data sepekan terakhir, akumulasi asing tersebut menembus angka Rp 623,9 miliar.
Langkah ini tentu sangat mengejutkan bagi pasar modal domestik. Selain itu, aksi borong ini muncul saat bursa mencatat total jual bersih asing sebesar Rp 1,1 triliun. Akibatnya, Saham BMRI kini menjadi penggerak utama sentimen positif bagi investor ritel.
Jadi, fenomena ini menunjukkan kekuatan fundamental Bank Mandiri yang luar biasa.
Spill Target Harga: Proyeksi Optimis untuk Saham BMRI
Sejumlah analis kini mulai memberikan rekomendasi beli untuk emiten perbankan raksasa ini. Berikut adalah rincian target harga strategis untuk Saham BMRI:
- Target Macquarie: Macquarie Sekuritas mematok target harga pada level Rp 5.330.
- Target CGS International: Analis memprediksi harga akan mencapai rentang Rp 5.075 hingga Rp 5.175.
- Titik Support: Investor perlu memantau level harga Rp 4.900 sebagai area batas aman.
- Estimasi Dividen: Potensi pembagian dividen diperkirakan tetap memberikan imbal hasil yang tinggi.
Oleh karena itu, banyak pelaku pasar mulai menyusun strategi akumulasi pada harga saat ini. Selanjutnya, kenaikan volume beli menunjukkan bahwa tren penguatan ini masih sangat sehat.
Analisis Teknikal: Potensi Rebound Tajam Saham BMRI
Pergerakan harga menunjukkan sinyal pembalikan arah yang cukup jelas. Indikator teknikal mengonfirmasi bahwa tekanan jual telah mencapai titik jenuh. Selain itu, grafik stochastic memperlihatkan adanya persilangan di area oversold.
Hal ini biasanya memicu kenaikan harga dalam jangka waktu singkat. Namun, Saham BMRI harus menembus resistance kuat pada level Rp 5.025 terlebih dahulu. Jika level tersebut terlampaui, maka jalan menuju target harga baru akan semakin terbuka lebar.
Akhirnya, optimisme investor global akan menjadi mesin penggerak utama bagi harga saham ini. Jadi, pastikan Anda mengikuti perkembangan pasar secara harian untuk memitigasi risiko investasi.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.










