JAKARTA, BursaNusantara.com – Masuknya saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT), ke dalam indeks MSCI membawa angin segar bagi saham BRPT.
Dalam rebalancing MSCI yang dijadwalkan pada Februari 2025, saham BREN berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap performa saham induknya.
Berdasarkan riset terbaru Sucor Sekuritas, kapitalisasi pasar free float saham BREN telah mencapai US$ 2,4 miliar, mendekati asumsi broker tersebut sebesar US$ 3 miliar.
Dengan tingkat likuiditas yang tinggi, termasuk monthly trading value ratio (MTVR) sebesar 15%, peluang BREN untuk masuk indeks MSCI semakin terbuka lebar.
Sucor Sekuritas menilai, masuknya BREN ke MSCI bukan hanya menjadi katalis positif bagi saham BREN, tetapi juga memperkuat prospek BRPT secara keseluruhan. Berikut adalah tiga katalis utama yang turut mendukung potensi penguatan saham BRPT:
1. Kebangkitan Kinerja Keuangan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
Sebagai anak usaha BRPT, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tengah memasuki babak baru setelah mengakuisisi perusahaan petrokimia asal Thailand, SECP.
Akuisisi ini diprediksi akan rampung pada akhir kuartal I-2025 dan membawa dampak signifikan terhadap kinerja keuangan TPIA.
Dengan konsolidasi SECP ke dalam laporan keuangan TPIA, pendapatan perseroan diproyeksikan naik enam kali lipat pada 2025.TPIA juga diperkirakan mencatat laba bersih sebesar US$ 107 juta pada 2025 dan meningkat menjadi US$ 191 juta pada 2026. Hal ini menjadi sinyal positif bagi BRPT sebagai induk usaha.
2. Ekspansi PLTU PT Indo Raya Tenaga (IRT)
Perusahaan afiliasi BRPT, PT Indo Raya Tenaga (IRT), berhasil mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 1.000 megawatt (MW) pada Agustus 2024.
Rencana ekspansi untuk menggandakan kapasitas menjadi 2.000 MW pada 2025 memberikan proyeksi laba bersih sebesar US$ 120-150 juta bagi IRT, dengan porsi kontribusi BRPT mencapai US$ 40-51 juta.
Ekspansi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga memperkuat posisi BRPT di sektor energi.
3. Peningkatan Kapasitas PLTP Sekincau dan Hamiding
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengumumkan peningkatan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sekincau dan Hamiding menjadi 875 MW dan 550 MW.
Keunggulan lainnya adalah listrik dari PLTP Sekincau dapat diekspor ke Singapura dengan harga jual sekitar US$ 0,28 per kWh, lebih tinggi 230% dibandingkan harga domestik.
Selain itu, proyek ini memungkinkan penghasilan tambahan melalui Renewable Energy Certificates (REC) sebesar US$ 0,11 per kWh. Dengan total pendapatan mencapai US$ 0,39 per kWh, proyek ini jauh melampaui rata-rata proyek lain yang hanya menghasilkan US$ 0,09 per kWh.
Target Harga BRPT
Dengan berbagai katalis positif tersebut, Sucor Sekuritas merekomendasikan “buy” untuk saham BRPT dengan target harga Rp 3.500 per saham. Target ini mencerminkan potensi gain sebesar 280% dari harga saat ini.
Masuknya saham BREN ke indeks MSCI menjadi salah satu langkah strategis yang tidak hanya meningkatkan daya saing BREN, tetapi juga memperkokoh fundamental BRPT sebagai induk usaha.
Dengan proyeksi kinerja keuangan yang solid dan rencana ekspansi yang ambisius, saham BRPT layak menjadi perhatian para investor di pasar modal.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











