JAKARTA, BursaNusantara.com – Saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mengalami penurunan tajam hingga menyentuh auto reject bawah (ARB) sebesar 19,89% ke level Rp 7.550 pada perdagangan kemarin.
Dengan transaksi mencatatkan volume 93,55 juta saham, frekuensi 67.714 kali, dan nilai mencapai Rp 779,57 miliar, emiten properti ini menjadi sorotan utama pasar.
Namun, di balik keterpurukan harga sahamnya, investor asing justru menunjukkan optimisme. Data perdagangan menunjukkan net buy asing mencapai Rp 20,8 miliar dengan nilai pembelian keseluruhan sebesar Rp 26,1 miliar.
Tren ini kontras dengan aksi jual bersih (net sell) yang dilakukan broker lokal seperti Trimegah Sekuritas Indonesia (kode LG) sebesar Rp 78,2 miliar, UBS Sekuritas Rp 36,2 miliar, dan Stockbit Sekuritas Rp 11,3 miliar.
Performa Saham CBDK: Dari ARA Hingga ARB
Saham anak usaha PT Pancakarya Industri (PIK2) ini mencatatkan performa beragam dalam beberapa pekan terakhir. Setelah mencatatkan saham perdana (IPO) pada 13 Januari 2025, CBDK sempat meraih auto reject atas (ARA) beberapa kali.
Namun, pekan ini, tren berbalik dengan tiga hari berturut-turut di zona merah dan satu kali stagnan.
Trimegah Sekuritas tetap optimis terhadap prospek jangka panjang CBDK. Dalam riset terbaru, Trimegah memproyeksikan pertumbuhan presales yang kuat hingga 2026 dengan CAGR 15,1%.
Pendapatan diperkirakan mencapai Rp 2,9 triliun pada 2026, naik dari Rp 2 triliun pada 2023. Adapun laba bersih diproyeksikan mencapai Rp 977 miliar pada 2026, mencerminkan CAGR sebesar 19,1%.
Katalis Positif: Proyek Strategis dan Sektor MICE
CBDK memiliki sejumlah proyek unggulan yang menjadi katalis positif, seperti Little Marakesh, SOHO The Bund, dan Permata Residence. Lokasi proyek yang strategis di dekat Bandara Soekarno-Hatta dan akses tol PIK2 gate 1 dan 2 menjadi daya tarik tersendiri.
Selain itu, fasilitas penunjang seperti Galaxy Sports Center, Aloha, dan pelabuhan cruise internasional diyakini mampu mendongkrak nilai properti di kawasan tersebut.
Dalam pengembangan sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), CBDK mengalokasikan dana IPO sebesar Rp 2,3 triliun untuk membangun Nusantara International Convention Expo (NICE) di PIK2.
Trimegah memprediksi proyek NICE akan mencatat okupansi tinggi karena lokasinya yang strategis. Dengan pertumbuhan sektor MICE Indonesia yang diproyeksikan mencapai CAGR 11,1%, NICE menjadi peluang besar bagi CBDK untuk meningkatkan laba bersih dan nilai aset.
Rekomendasi dan Valuasi
Trimegah Sekuritas menginisiasi rekomendasi beli untuk saham CBDK dengan target harga Rp 15.800 per saham. Valuasi ini mencerminkan diskon RNAV 2025 sebesar 30% dan menawarkan potensi kenaikan harga lebih dari 100%.
Meskipun lebih premium dibandingkan emiten properti lain seperti CTRA, BSDE, PWON, dan SMRA, proyeksi pertumbuhan presales yang solid, lokasi strategis, dan peluang di sektor MICE memberikan nilai tambah tersendiri bagi CBDK.
Meskipun saham CBDK tengah berada di bawah tekanan dengan menyentuh level ARB, optimisme investor asing dan prospek pertumbuhan jangka panjang memberikan sinyal positif.
Dengan dukungan proyek strategis dan potensi besar di sektor properti serta MICE, CBDK tetap menjadi salah satu saham yang patut diperhatikan oleh para investor.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







