Saham CDIA Terkoreksi 10% Meski Sudah Naik 480% Sejak IPO
JAKARTA, BursaNusantara.com – Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), emiten anyar milik konglomerat Prajogo Pangestu, ditutup melemah 10% pada akhir perdagangan Kamis (31/7/2025), meski masih mencatat lonjakan masif sejak melantai di bursa.
Harga saham CDIA hari ini turun tajam 165 poin menjadi Rp1.485 per saham, dari posisi sebelumnya di Rp1.650.
Koreksi ini menjadi penurunan harian terburuk sejak saham anak usaha PT Chandra Asri Tbk (TPIA) itu resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2025 lalu.
Penurunan harga hari ini juga terjadi setelah saham CDIA sempat menyentuh titik tertinggi intraday di Rp1.650 sebelum ditutup pada level terendah harian.
Transaksi Masih Aktif, Nilai Perdagangan Capai Rp218 Miliar
Meski harga terkoreksi dalam, saham CDIA tetap menjadi salah satu yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari ini.
Data dari BEI mencatat nilai transaksi saham ini mencapai Rp218,91 miliar, dengan total volume mencapai 1.439.884 lot.
Artinya, minat investor terhadap saham CDIA masih sangat tinggi, bahkan di tengah tekanan harga.
Likuiditas yang besar ini juga menandakan bahwa aksi ambil untung (profit taking) dari para investor awal mulai mendominasi pasar.
Namun koreksi teknikal ini belum serta merta menandai perubahan tren jangka menengah, selama dukungan fundamental masih kuat.
Kenaikan 480% Sejak IPO Jadi Fenomena Pasar
CDIA mencuri perhatian publik pasar modal sejak resmi IPO pada 9 Juli 2025 lalu.
Dengan harga penawaran awal yang hanya Rp256, saham CDIA telah mencatat kenaikan harga hingga 480,08% hanya dalam tiga minggu.
Lonjakan ekstrem ini sempat membawa CDIA masuk dalam papan pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia melalui skema Full Call Auction (FCA) sejak Jumat (25/7).
Masuknya ke dalam daftar FCA biasanya dilakukan untuk menekan volatilitas ekstrem dan memastikan harga saham mencerminkan nilai wajar.
Namun menariknya, justru sejak masuk ke FCA, tren naik CDIA tidak langsung berhenti, bahkan terus menguat hingga sesi perdagangan kemarin.
Koreksi Harga: Koreksi Sehat atau Sinyal Tekanan?
Penurunan tajam hari ini dapat dilihat sebagai koreksi sehat setelah reli luar biasa pasca IPO.
Reli sebesar hampir lima kali lipat hanya dalam hitungan hari tentu memunculkan peluang besar untuk aksi profit taking jangka pendek.
Namun, jika tekanan harga berlanjut dalam beberapa hari ke depan, pasar akan mulai mempertanyakan kekuatan fundamental dan prospek bisnis jangka panjang CDIA.
Khususnya, apakah valuasi tinggi saat ini didukung oleh kinerja nyata atau sekadar euforia pasar terhadap nama besar Prajogo Pangestu dan keterkaitan dengan emiten besar TPIA.
CDIA dan Strategi Besar Grup Chandra Asri
Sebagai entitas anak dari PT Chandra Asri Tbk (TPIA), CDIA bergerak di sektor infrastruktur industri, bidang strategis yang selama ini menjadi fokus ekspansi grup.
IPO CDIA diyakini sebagai bagian dari restrukturisasi dan pelebaran skala usaha Prajogo Pangestu untuk memperkuat ekosistem energi dan industri hilir di Indonesia.
Proyek-proyek CDIA ke depan disebut akan terhubung dengan agenda besar TPIA dalam mengembangkan kawasan industri terpadu dan ekosistem petrokimia ramah lingkungan.
Namun hingga kini, belum banyak paparan publik yang menjelaskan proyeksi keuangan CDIA dalam jangka menengah.
Hal ini membuat investor retail cenderung berspekulasi, terutama mengandalkan sentimen reputasi grup dibandingkan analisis berbasis kinerja keuangan.
Pantauan Teknis dan Risiko Ke Depan
Secara teknikal, penutupan harga di level terendah harian hari ini (Rp1.485) bisa menjadi sinyal awal potensi tekanan lanjutan jika tidak ada pantulan signifikan pada sesi berikutnya.
Apalagi jika harga kembali mendekati atau menembus level psikologis Rp1.400, maka risiko koreksi lebih dalam menjadi terbuka lebar.
Namun jika saham CDIA mampu bertahan di atas Rp1.500 dan volume pembelian tetap kuat, maka tekanan hari ini bisa dianggap hanya sebagai jeda di tengah tren naik yang masih berlanjut.
Investor jangka pendek disarankan waspada, sementara investor jangka panjang sebaiknya menunggu konfirmasi arah harga dan data fundamental lanjutan.
Pasar Masih Menanti Kejelasan Fundamental
CDIA masih menjadi magnet spekulasi karena keterafiliasi langsung dengan konglomerat terbesar Tanah Air dan relasi dengan emiten petrokimia raksasa TPIA.
Namun sentimen pasar terhadap saham ini akan sangat bergantung pada bagaimana perusahaan mengkomunikasikan prospek dan proyek jangka panjang mereka secara transparan.
Tanpa narasi bisnis yang jelas, euforia pasca IPO bisa cepat berubah menjadi tekanan koreksi yang panjang.
Kunci kelanjutan reli harga CDIA bukan hanya pada volume transaksi, tapi pada sejauh mana perusahaan dapat membangun narasi fundamental yang dipercaya pasar.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












