Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Saham COCO Mentok ARA, IHSG Naik Tipis Saat Asia Terkoreksi

49
×

Saham COCO Mentok ARA, IHSG Naik Tipis Saat Asia Terkoreksi

Sebarkan artikel ini
Saham COCO Mentok ARA, IHSG Naik Tipis Saat Asia Terkoreksi
IHSG naik 0,27% pada sejam perdagangan Kamis, didorong lonjakan saham COCO hingga ARA. Sementara bursa Asia justru kompak melemah.

COCO Melejit, LQ45 Ikut Menguat

JAKARTA, BursaNusantara.com – Sejam perdagangan Kamis (3/7/2025) membuka panggung bagi lonjakan tajam saham-saham tertentu yang memicu euforia pelaku pasar, bahkan ketika bursa Asia justru bergerak lesu.

Saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) menjadi sorotan utama setelah berhasil menyentuh batas auto rejection atas (ARA) dengan kenaikan fantastis sebesar 34,1%.

Sponsor
Iklan

Kenaikan COCO ini mencerminkan lonjakan minat spekulatif yang kuat, meskipun tak diiringi rilis fundamental baru dari emiten tersebut.

Saham Baja dan Logam Ikut Meroket

PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) turut menikmati reli harga dengan lonjakan 23,2%, disusul PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) yang melesat 19%.

Sektor logam tampak mendapat sentimen positif teknikal, meski tanpa katalis makro baru yang dominan.

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) mencatat penguatan 15,3%, menjadikannya salah satu saham BUMN paling atraktif hari ini.

Di sisi lain, saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) naik 12,8%, memperkuat narasi bahwa pelaku pasar tengah mengejar saham-saham lapis dua dengan likuiditas agresif.

Deretan Saham Top Losers Tersungkur

Namun euforia tidak dirasakan oleh seluruh emiten.

Saham PT Chitose Internasional Tbk (CINT) anjlok 10,9% dan memimpin daftar top losers.

Pola distribusi tajam ini mengindikasikan potensi profit taking dalam volume besar.

Selanjutnya, saham PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) terkoreksi 7,3%, disusul PT Mitra Pack Tbk (PTMP) yang longsor 6,6%.

PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) jatuh 6%, sementara PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) tergelincir 3,6%.

Pergerakan negatif ini terjadi bersamaan dengan reli selektif di saham-saham spekulatif lainnya, menandakan rotasi sektor dalam waktu singkat.

IHSG Menguat Tipis, Tapi Tetap Positif

Di tengah aksi borong dan buang tersebut, IHSG berhasil naik 18,42 poin atau 0,27% ke level 6.899,6.

Pergerakan indeks terpantau konsisten di zona hijau sepanjang sesi pagi, bergerak di rentang 6.888 hingga 6.922.

Kuatnya minat beli tercermin dari nilai transaksi sebesar Rp2,08 triliun yang tercatat hanya dalam satu jam, dengan 300.723 kali frekuensi.

Volume perdagangan mencapai 4,32 miliar lembar saham, menandakan tingginya partisipasi investor ritel dalam sesi ini.

LQ45 turut mencatat penguatan sebesar 0,48%, mempertegas dominasi saham-saham unggulan di tengah rotasi sektor.

Bursa Asia Kompak Melemah

Ironisnya, ketika IHSG hijau, bursa Asia justru memerah serentak.

Straits Times (Singapura) turun 0,09%, Nikkei (Jepang) tergerus 0,08%, dan Shanghai (China) terkoreksi 0,1%.

Hang Seng (Hong Kong) menjadi yang paling terpukul dengan penurunan tajam sebesar 1,1%.

Divergensi ini memperlihatkan bahwa kekuatan pasar domestik Indonesia dalam sesi pagi lebih ditopang oleh sentimen teknikal internal, bukan mengikuti pola regional.

Kuatnya minat terhadap saham-saham lapis dua membuat pasar Indonesia bergerak melawan arus, walau sifatnya berpotensi sementara.

Momentum Spekulatif Masih Dominan

Kenaikan tajam pada saham seperti COCO dan BAJA mengisyaratkan bahwa pelaku pasar saat ini masih gemar memainkan narasi momentum ketimbang berbasis fundamental jangka panjang.

Kondisi ini membuka peluang jangka pendek, namun juga meningkatkan risiko volatilitas di sesi berikutnya.

IHSG yang menguat saat bursa regional melemah menunjukkan karakter domestik yang sedang tidak sepenuhnya terpengaruh sentimen global.

Arah pasar ke depan akan sangat ditentukan oleh keberlanjutan minat pada saham-saham ARA dan sektor-sektor dengan volume tinggi.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.