Kebangkitan dari "Gocap": Laba DADA Meroket Ratusan Persen, Saham ARA 34%
JAKARTA – Panggung pasar modal Indonesia di awal tahun 2026 dikejutkan oleh pergerakan agresif saham emiten properti, PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA).
Setelah sekian lama tertahan di level terendah Rp 50 per saham atau yang akrab disebut “saham gocap”, DADA secara mengejutkan berhasil memutus tren stagnan tersebut dengan lonjakan harga yang signifikan.
Pada perdagangan Kamis (8/1/2026), saham DADA tercatat melonjak hingga 34%, menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) ke level Rp 67.
Pergerakan ini diikuti dengan peningkatan volume transaksi yang solid, menandakan adanya akumulasi nyata dari pelaku pasar, bukan sekadar fluktuasi sesaat.
Inflection Point: Laba Bersih Tumbuh Eksponensial
Direktur Utama & CEO Diamond Citra Propertindo, Bayu Setiawan, menegaskan bahwa fenomena “tancap gas” saham DADA di bursa merupakan cerminan dari perbaikan fundamental yang fundamental.
Berdasarkan laporan kinerja terbaru, perusahaan berhasil mencatatkan lonjakan laba bersih hingga ratusan persen pada periode kuartal III-2025 dibandingkan kuartal sebelumnya.
“Pencapaian ini adalah inflection point atau titik balik krusial bagi kami. Lonjakan laba hingga ratusan persen ini membuktikan bahwa strategi akselerasi bisnis yang kami jalankan mulai membuahkan hasil nyata. Kami tidak hanya bertahan, tapi kami tumbuh,” ujar Bayu dalam keterangan resminya.
Proses Re-rating: Harga Rp 50 Sudah Tidak Relevan
Dalam dunia pasar modal, lonjakan harga pasca perbaikan kinerja sering disebut sebagai proses re-rating atau penilaian ulang nilai perusahaan oleh pasar.
Bayu menilai, dengan kondisi keuangan yang sekarang jauh lebih sehat, harga saham di level Rp 50 sudah tidak lagi mencerminkan nilai intrinsik perusahaan yang sebenarnya.
Manajemen menjelaskan bahwa pertumbuhan ini ditopang oleh dua faktor utama:
- Efisiensi Operasional: Pengetatan biaya produksi tanpa mengurangi kualitas hunian.
- Serah Terima Proyek: Peningkatan volume penjualan pada proyek-proyek strategis yang mulai diserahterimakan kepada konsumen, sehingga pendapatan dapat dibukukan secara signifikan.
Perubahan Psikologi Investor: Dari Spekulasi ke Investasi
Kenaikan tajam ini juga memicu pergerakan menarik dari sisi psikologi investor. Bayu mengamati adanya pergeseran pendekatan dari para pemegang saham.
Jika sebelumnya DADA mungkin hanya dijadikan instrumen perdagangan jangka pendek (trading), kini mulai banyak investor yang melirik DADA untuk investasi jangka menengah hingga panjang.
“Pasar mulai mengapresiasi langkah strategis kami dalam mengembangkan hunian yang memiliki nilai investasi tinggi. Fokus kami tetap pada penguatan struktur modal dan penyelesaian proyek-proyek berjalan tepat waktu,” tambah Bayu.
Proyeksi Pasar di Tahun 2026
Sejumlah analis pasar modal berpendapat bahwa keberhasilan DADA keluar dari zona bawah dengan volume yang tebal merupakan sinyal positif.
Jika konsistensi laba ini dapat dipertahankan hingga laporan tahunan 2025 dirilis secara penuh, saham DADA berpotensi menarik minat lebih banyak investor institusi yang mencari saham undervalued dengan potensi pertumbuhan (growth stock) yang tinggi di sektor properti.
Kini, tantangan bagi DADA adalah menjaga momentum pertumbuhan ini di tengah fluktuasi suku bunga, namun dengan fondasi yang sudah terbentuk di akhir 2025, optimisme manajemen tampak sangat beralasan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.










