Stabilitas Modal: Jumlah Pemegang Saham Dana Brata Luhur TEBE Meningkat
JAKARTA – Emiten infrastruktur pertambangan, PT Dana Brata Luhur Tbk, menunjukkan daya tarik yang semakin kuat bagi investor publik. Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Januari 2026, terjadi pertumbuhan signifikan pada jumlah pemegang Saham Dana Brata Luhur TEBE.
Perseroan melaporkan data ini melalui Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora. Oleh karena itu, lonjakan ini menjadi sinyal positif bagi likuiditas pasar perseroan. Selain itu, struktur pemegang saham pengendali tetap menunjukkan konsistensi yang tinggi. PT Dua Samudera tetap mempertahankan posisinya sebagai pemegang saham mayoritas.
Namun, fokus utama pasar saat ini tertuju pada antusiasme investor ritel yang terus bertambah. Akibatnya, profil basis investor Saham Dana Brata Luhur TEBE kini menjadi lebih terdiversifikasi dibandingkan bulan sebelumnya.
Analisis Struktur Kepemilikan Saham Dana Brata Luhur TEBE
Laporan resmi menunjukkan detail komposisi kepemilikan saham yang sangat terjaga dan stabil. Selanjutnya, berikut adalah rincian angka penting dari laporan tersebut:
- Pemegang Saham Pengendali: PT Dua Samudera tetap menguasai 988,33 juta lembar saham atau setara dengan 76,91%.
- Porsi Masyarakat: Investor publik memegang 296,66 juta lembar saham atau sebesar 23,09% dari total modal.
- Pertumbuhan Investor: Jumlah pemegang saham melonjak dari 12.380 menjadi 13.384 investor dalam satu bulan saja.
- Kepemilikan Direksi: Hendy Narindra Dewantoro tercatat sebagai salah satu jajaran direksi yang memiliki porsi Saham Dana Brata Luhur TEBE.
Implikasi Likuiditas dan Prospek Pasar
Peningkatan jumlah pemegang saham sebanyak 1.004 entitas baru menunjukkan kepercayaan pasar yang meningkat.
Selain itu, angka Free Float sebesar 23,09% memberikan ruang likuiditas yang cukup bagi perdagangan harian. Oleh karena itu, Saham Dana Brata Luhur TEBE berpotensi mengalami pergerakan yang lebih dinamis di bursa.
Manajemen terus menjaga transparansi melalui pelaporan rutin kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selanjutnya, stabilitas kepemilikan oleh Samsudin Andi Arsyad sebagai penerima manfaat akhir memberikan rasa aman bagi investor minoritas.
Jadi, kondisi ini memperkuat fundamental emiten dalam menghadapi tantangan industri tahun 2026. Akhirnya, tren pertumbuhan investor ini membuktikan bahwa Saham Dana Brata Luhur TEBE tetap menjadi pilihan menarik di sektor infrastruktur.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












