DEWA Meroket 124%! BEI Mulai Awasi Ketat, Manajemen Buka Suara
Jakarta, BursaNusantara.com – Pergerakan saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang fenomenal akhirnya memicu perhatian serius dari otoritas pasar modal. Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi melayangkan permintaan penjelasan kepada manajemen emiten jasa pertambangan ini menyusul volatilitas harga yang sangat signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Saham yang terafiliasi dengan kolaborasi strategis Grup Bakrie dan Grup Salim ini menjadi salah satu primadona bursa setelah mencatatkan reli harga yang sulit dibendung.
Respons Manajemen: Tidak Ada Informasi Tersembunyi
Menanggapi “radar” otoritas bursa, Direktur DEWA, Mukson Arif Rosyidi, menegaskan bahwa perusahaan telah mematuhi seluruh aturan keterbukaan informasi. Hingga saat ini, manajemen menyatakan tidak ada fakta material yang disembunyikan dari publik.
“Tidak ada informasi atau fakta material yang belum diungkapkan yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal,” tegas Mukson dalam keterbukaan informasi, Selasa (5/1/2026).
Data Performa: Lonjakan Fantastis di Atas 100%
Saham DEWA memang tengah berada dalam masa keemasan jika dilihat dari angka pertumbuhan harganya:
- 1 Bulan Terakhir: Melonjak drastis 76,40%.
- 3 Bulan Terakhir: Melesat hebat hingga 124,70%.
- Posisi Terakhir: Parkir di level Rp 755, masih menunjukkan daya tahan yang kuat di zona hijau.
Analisis Teknikal: Menuju Level Psikologis 800?
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) dalam ulasan teknikalnya menilai bahwa DEWA masih memiliki “bensin” untuk melanjutkan tren bullish. Keberhasilan saham ini menembus level tertinggi sebelumnya (last high) di angka 690 telah membentuk pola higher high yang solid.
Analis memprediksi bahwa selama DEWA mampu bertahan di atas level dukungan (support) 690, maka target hambatan (resistance) selanjutnya berada di rentang 764 hingga 809. Investor kini tertuju pada apakah DEWA akan melakukan konsolidasi sehat atau langsung melesat menembus level psikologis 800.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





