Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Saham Emas Peter Sondakh Masuk Radar Khusus BEI, Ada Apa?

118
×

Saham Emas Peter Sondakh Masuk Radar Khusus BEI, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini
Saham Emas Peter Sondakh Masuk Radar Khusus BEI, Ada Apa
Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) milik Grup Rajawali resmi diawasi ketat BEI mulai 28 Juli 2025 karena suspensi lebih dari satu hari bursa.

Saham ARCI Terpeleset, BEI Turunkan Status Jadi Efek Dalam Pemantauan Khusus

JAKARTA, BursaNusantara.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menunjukkan taringnya terhadap saham-saham bermasalah, kali ini menyoroti emiten milik taipan Peter Sondakh, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI).

ARCI resmi ditetapkan sebagai efek bersifat ekuitas dalam pemantauan khusus per 28 Juli 2025.

Sponsor
Iklan

Penetapan tersebut diumumkan melalui surat resmi BEI Nomor Peng-PK-00044/BEI.PLP/07-2025.

Langkah ini dilakukan menyusul terjadinya suspensi perdagangan saham ARCI selama lebih dari satu hari bursa.

Kondisi tersebut mengaktifkan Kriteria 10 dalam Peraturan Bursa, menjadikan ARCI sebagai saham berisiko tinggi yang wajib diawasi secara khusus.

Menurut BEI, klasifikasi ini bukan sekadar sanksi, tapi bagian dari mekanisme pengawasan yang ketat demi menjaga kepercayaan investor.

Pihak BEI menjelaskan bahwa status ini memungkinkan adanya pembatasan aktivitas perdagangan, termasuk kemungkinan pemberlakuan skema full call auction (FCA).

Jika ARCI tak segera menyelesaikan kendala fundamental maupun kepatuhan, status pemantauan ini bisa diperpanjang atau diperberat.

Grup Rajawali Kembali Tersandung Masalah Saham

Penempatan saham ARCI dalam daftar pemantauan bukan insiden pertama bagi Grup Rajawali.

Sebelumnya, entitas lain dalam grup milik Peter Sondakh juga pernah mengalami dinamika yang memicu intervensi regulator.

Namun kali ini, isu datang dari sektor emas melalui emiten tambang PT Archi Indonesia Tbk.

Padahal sebelumnya, ARCI digadang-gadang menjadi salah satu andalan Grup Rajawali di lantai bursa karena posisinya di industri pertambangan emas.

Situasi ini membuat banyak investor mulai mengkaji ulang posisi ARCI dalam portofolionya.

Surat Pengawasan BEI Jadi Tanda Awal Tekanan

Keputusan pemantauan ini merujuk pada surat Peng-SPT-00127/BEI.WAS/07-2025 yang dikirimkan oleh Divisi Pengawasan BEI pada 21 Juli 2025.

Surat tersebut menjadi peringatan awal sebelum BEI melangkah lebih lanjut dengan pengumuman resmi.

Dalam surat tersebut, BEI menyoroti ketidakwajaran dalam pola perdagangan saham ARCI.

Disinyalir terdapat volatilitas atau aktivitas tak lazim yang menjadi dasar pertimbangan pengawasan.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan dua pejabat utama BEI: Yulianto Aji Sadono dan Pande Made Kusuma Ari A.

Transaksi Akan Dibatasi Lewat Skema Full Call Auction

Dengan klasifikasi pemantauan khusus, saham ARCI kemungkinan besar akan diperdagangkan secara terbatas melalui skema FCA.

Skema ini membatasi fleksibilitas transaksi investor ritel karena hanya bisa dilakukan di jam tertentu.

Efeknya, likuiditas saham akan menurun dan spread harga bisa melebar secara ekstrem.

Investor yang tidak siap dengan risiko ini bisa terjebak dalam posisi nyangkut tanpa akses keluar yang optimal.

Hal inilah yang menjadi alasan utama BEI terus mengingatkan pentingnya membaca prospektus dan memantau keterbukaan informasi secara aktif.

Siapa Saja yang Dapat Tembusan?

Pengumuman penetapan saham ARCI ini tidak hanya dikirimkan ke pelaku pasar.

BEI turut mengirim tembusan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), KSEI, KPEI, serta jajaran direksi dan sekretaris BEI sendiri.

Ini menunjukkan bahwa isu ARCI bukan sekadar teknis perdagangan, tapi menyentuh aspek regulasi dan tata kelola.

Adanya distribusi pengumuman ke lembaga-lembaga kunci menandakan tingginya urgensi dan pengawasan terhadap saham ini.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa bila tak segera ada perbaikan dari pihak emiten, status pengawasan bisa berlanjut ke tahapan yang lebih serius.

Investor Diminta Waspada, Risiko Bisa Meledak Tanpa Sinyal

Dengan masuknya ARCI ke dalam daftar saham pemantauan khusus, investor tak bisa lagi memandang enteng pergerakan saham ini.

BEI secara eksplisit menyarankan agar investor mencermati keterbukaan informasi dan perkembangan fundamental emiten.

Kondisi yang melatarbelakangi suspensi perdagangan ARCI hingga saat ini belum dijelaskan secara rinci oleh pihak perusahaan.

Tanpa kejelasan informasi, pasar cenderung bereaksi negatif karena ketidakpastian dianggap sebagai risiko utama dalam investasi.

Meskipun ARCI masih tercatat sebagai salah satu pemain utama di sektor tambang emas, transparansi jadi pertaruhan utama mereka sekarang.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.