JAKARTA, BursaNusantara.com – Investor kawakan Lo Kheng Hong kembali menarik perhatian di pasar modal. Kali ini, beliau menambah koleksi saham PT ABM Investama Tbk (ABMM), emiten di sektor energi yang fokus pada industri batu bara.
Langkah ini menegaskan keyakinannya bahwa saham ABMM kini dihargai sangat menarik dan memiliki potensi pertumbuhan laba yang signifikan.
Dalam kondisi pasar yang fluktuatif, strategi investasi Pak Lo menjadi sorotan para pelaku pasar yang mencari peluang di tengah volatilitas harga saham.
Data Kepemilikan Saham dan Pergerakan Terbaru
Berdasarkan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 11 Februari 2025, Lo Kheng Hong kini memegang sebanyak 150.158.000 lembar saham ABMM, setara dengan 5,45% dari total saham yang beredar.
Angka ini mengalami kenaikan sebesar 161.300 saham dibandingkan data per 10 Februari 2025 yang mencatat kepemilikan beliau sebanyak 149.996.700 lembar saham.
Data historis menunjukkan bahwa kepemilikan saham Pak Lo terus mengalami peningkatan secara bertahap; pada 7 Februari 2025, posisinya tercatat 149.796.700 lembar saham, yang kemudian naik 70.000 lembar dari data per 6 Februari, dan sebelumnya tercatat 149.646.700 lembar saham pada 5 Februari 2025.
Pergerakan saham ABMM sendiri menunjukkan dinamika yang menarik. Pada perdagangan 12 Februari 2025, saham ini tercatat naik sebesar 3,14% mencapai Rp2.180 per lembar.
Namun, dalam satu bulan terakhir, saham ini mengalami penurunan sebesar 5,2% dan melemah 7,34% untuk periode year-to-date (YTD).
Meskipun demikian, kenaikan kepemilikan saham oleh investor kawakan tersebut menunjukkan keyakinannya terhadap fundamental dan potensi rebound dari saham ini.
Valuasi Saham ABMM: Kesempatan Investasi Menarik
Dari segi valuasi, saham ABMM kini tampil sangat menarik untuk dijadikan pilihan investasi. Rasio Price to Book Value (PBV) tercatat hanya sebesar 0,73 kali, yang menandakan bahwa saham tersebut tergolong undervalued.
Selain itu, Price Earning Ratio (PER) berada di level 3,39 kali (TTM), menandakan potensi keuntungan yang cukup besar bila kinerja perusahaan membaik. Hal ini menjadi alasan kuat bagi Lo Kheng Hong untuk terus menambah koleksi saham ABMM.
Dalam sebuah wawancara, Pak Lo menyatakan, “Sudah turun banyak dari Rp4.790 sekarang, harganya mencapai Rp3.150. Saham ini sangat murah dan saya yakin, seiring dengan perbaikan fundamental, labanya bisa meningkat.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Pak Lo melihat peluang signifikan dalam pembelian saham ini, terutama dengan harga yang sudah jauh lebih rendah dari nilai sebelumnya.
Strategi Investasi dan Harapan ke Depan
Strategi investasi Pak Lo tidak hanya berfokus pada peningkatan kuantitas saham, tetapi juga pada penguatan portofolio melalui akumulasi saham dengan nilai intrinsik yang tinggi.
Dengan menambah kepemilikan hingga mencapai 5,45%, beliau berharap akan tercipta efek positif bagi pergerakan harga saham ABMM ke depannya.
Selain itu, keyakinan beliau terhadap prospek industri batu bara sebagai salah satu pilar utama sektor energi turut mendasari langkah strategis ini.
Para analis pasar menyambut baik strategi ini, meskipun terdapat tantangan dari kondisi pasar yang volatil. Namun, dengan valuasi yang sangat menarik dan potensi perbaikan fundamental, saham ABMM dianggap sebagai salah satu instrumen investasi yang layak diperhitungkan oleh investor jangka panjang.
Langkah menambah koleksi saham oleh Lo Kheng Hong menunjukkan bahwa ia melihat peluang besar dalam saham PT ABM Investama Tbk (ABMM).
Dengan kenaikan kepemilikan hingga mencapai 150.158.000 lembar atau 5,45%, serta valuasi yang tergolong murah dengan PBV 0,73 dan PER 3,39, saham ini memiliki potensi untuk memberikan imbal hasil yang menarik.
Di tengah dinamika pasar yang penuh tantangan, strategi investasi Pak Lo menginspirasi para investor untuk mencari peluang di sektor energi yang undervalued. Semoga langkah strategis ini mampu mendorong kenaikan laba perusahaan dan mendongkrak nilai saham ABMM di masa depan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












