Dividen GGRM Besar, Tapi Sinyal Saham Belum Cerah
JAKARTA, BursaNusantara.com – Saham GGRM kembali menjadi perhatian investor setelah PT Gudang Garam Tbk (IDX:GGRM) mengumumkan dividen tunai Rp500 per saham dari laba tahun buku 2024.
Total dividen yang akan dibagikan mencapai Rp962,04 miliar atau setara 98% dari laba bersih tahun lalu sebesar Rp980,80 miliar.
Investor yang berhak menerima dividen GGRM adalah yang tercatat pada 8 Juli 2025 pukul 16.00 WIB.
Sementara pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli 2025.
Cum dividen saham GGRM sudah terjadi pada Jumat, 4 Juli 2025, saat harga ditutup naik tipis 1,08% ke level Rp9.325 per saham.
Saham GGRM Bergerak Aktif Sebelum Ex Dividen
Sehari sebelum cum date, harga saham GGRM sempat melonjak 3,36% di tengah sentimen dividen.
Namun dalam hitungan year to date (ytd), saham GGRM sudah terkoreksi 29,76% sejak awal 2025.
Meski terlihat rebound menjelang ex date, tekanan jual tetap mengintai begitu tanggal ex dividen jatuh pada 7 Juli 2025.
Pada hari itu, pembeli saham tidak lagi berhak atas dividen tunai, dan biasanya harga saham berpotensi terkoreksi.
Yield Saham GGRM Lebih Menarik dari Rata-Rata Sektor
Dengan asumsi harga Rp9.325 saat cum date, maka potensi yield dividen saham GGRM mencapai 5,36%.
Yield tersebut cukup tinggi, terutama jika dibandingkan dengan emiten rokok lain yang membagikan dividen lebih konservatif.
Meski begitu, tingginya yield justru mencerminkan tekanan harga yang menekan kapitalisasi GGRM sepanjang 2024–2025.
Analisis: Valuasi GGRM Sangat Rendah, Tapi Belum Undervalued
Dari sisi valuasi, PBV saham GGRM saat ini hanya 0,29 kali, tergolong sangat rendah.
Namun PER GGRM masih tinggi di level 42,95 kali (annualized), menunjukkan ekspektasi pasar atas laba belum pulih kuat.
Strategi membagikan dividen hingga 98% dari laba bersih juga mengisyaratkan konservatisme manajemen atas arah ekspansi perusahaan.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan: apakah GGRM masih menyimpan potensi jangka panjang atau justru sedang berada dalam fase defensif?
Investor jangka panjang perlu mencermati arah kebijakan dividen selanjutnya serta prospek bisnis rokok ke depan.
Catatan Redaksi:
Pemburuan dividen GGRM menjadi sinyal menarik, tapi tetap perlu kehati-hatian menilai kekuatan fundamental. BursaNusantara.com akan terus mengulas strategi investor di tengah tekanan sektor konsumer seperti ini.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.










