Mumpung Diskon: Analis Bidik Potensi Rebound Saham INDF ke Target Harga Baru
JAKARTA – Pasar modal Indonesia kini tengah menyoroti pergerakan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Banyak analis menilai Saham INDF milik konglomerat Anthoni Salim ini sedang berada dalam posisi “diskon”.
Meskipun pasar global masih fluktuatif, fundamental perusahaan tetap terlihat sangat kokoh. Para pelaku pasar melihat celah keuntungan yang lebar antara harga saat ini dengan nilai intrinsik asli emiten raksasa konsumsi ini.
Tren konsumsi domestik yang terus meningkat sepanjang 2026 menjadi katalis positif bagi perseroan. Efisiensi operasional yang ketat juga membantu perusahaan menjaga margin keuntungan di tengah kenaikan biaya bahan baku.
Selain itu, dominasi pasar Grup Indofood memberikan perlindungan kuat terhadap risiko inflasi yang membayangi industri makanan dan minuman.
Valuasi Atraktif dan Potensi Upside Saham INDF
Harga Saham INDF saat ini masih berada di bawah nilai wajar historisnya. Rasio harga terhadap laba (Price to Earning Ratio) emiten ini terlihat lebih rendah daripada rata-rata industri sejenis.
Kondisi tersebut menjadi daya tarik utama bagi investor institusi untuk mulai melakukan akumulasi saham secara bertahap.
- Target Harga Konsensus: Para analis menetapkan target harga baru dengan potensi kenaikan (upside) yang cukup signifikan.
- Kinerja Laba: Indofood secara konsisten mencetak laba bersih yang stabil berkat dukungan entitas anak seperti ICBP.
- Dividen Yield: Perusahaan tetap loyal membagikan dividen sehingga menjadi pilihan aman bagi investor pemburu passive income.
Strategi Akumulasi di Tengah Momentum Pasar
Investor sebaiknya mencermati area support kuat sebelum melakukan pembelian Saham INDF. Kekuatan ekosistem bisnis Salim Group memastikan daya tahan tinggi terhadap guncangan makroekonomi.
Namun, Anda tetap perlu memantau fluktuasi harga komoditas gandum dan nilai tukar Rupiah secara berkala.
Jika fundamental tetap terjaga, target harga yang optimis ini kemungkinan besar akan tercapai dalam waktu dekat. Pergerakan harga saham ini akan menjadi lokomotif utama penggerak IHSG di sektor barang konsumsi.
Oleh karena itu, manfaatkan momentum harga diskon ini untuk mendiversifikasi portofolio Anda ke aset yang lebih defensif namun tetap menguntungkan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.










