JAKARTA, BursaNusantara.com – Saham PT Indika Energy Tbk (INDY) kembali menjadi sorotan setelah mencatatkan kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pada penutupan perdagangan tanggal 10 Januari 2025, saham INDY melonjak 8,41% menjadi Rp 1.740 per lembar. Lonjakan ini terjadi setelah saham ini diperdagangkan sebanyak 64,33 juta lembar, dengan frekuensi transaksi mencapai 36.370 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp 108,31 miliar.
Investor asing pun terlihat agresif dengan mencatatkan net buy senilai Rp 7,84 miliar pada saham ini. Dalam sepekan terakhir, saham INDY telah meroket hingga 22,11%. Lalu, apa sebenarnya yang mendorong kenaikan signifikan ini?
Keterbukaan Informasi: Proyek Emas Awak Mas
Pada tanggal 10 Januari 2025, Indika Energy memberikan keterbukaan informasi terkait anak perusahaannya, PT Masmindo Dwi Area (MDA). Perusahaan ini telah menunjuk Macmahon Holdings Limited sebagai kontraktor jasa pertambangan untuk menggarap proyek emas Awak Mas di Sulawesi Selatan.
Menurut Sekretaris Perusahaan Indika Energy, Adi Pramono, kontrak jasa pertambangan tersebut bernilai A$ 463 juta atau sekitar Rp 4,72 triliun untuk durasi 7 tahun, dengan opsi perpanjangan hingga 5 tahun. Aktivitas operasional proyek ini direncanakan akan dimulai pada semester pertama tahun 2025.
Adi menegaskan, penunjukan Macmahon Holdings merupakan langkah strategis MDA untuk memastikan proyek emas Awak Mas berjalan lancar sesuai rencana. Proyek ini melibatkan aktivitas penambangan terbuka seperti pengeboran, loading, hauling, hingga pengembangan area tambang.
Manfaat Proyek bagi Indika Energy
Proyek Awak Mas dinilai memberikan dampak positif pada diversifikasi bisnis Indika Energy. Selama ini, perusahaan fokus untuk mengurangi ketergantungan terhadap bisnis batubara dengan mengembangkan portofolio di sektor lain, termasuk logistik, infrastruktur, energi terbarukan, dan emas.
Selain PT Masmindo Dwi Area, anak usaha lainnya seperti EMITS (penyedia solusi tenaga surya) dan Tripatra (penyedia solusi rekayasa terintegrasi) juga menjadi pilar penting dalam transformasi bisnis perseroan.
CEO Macmahon Holdings, Michael Finnegan, dalam pernyataannya menyebutkan bahwa proyek Awak Mas merupakan kesempatan strategis untuk memperluas portofolio perusahaan. Dengan nilai kontrak yang besar, proyek ini diproyeksikan akan memperkuat hubungan dengan Indika Energy tanpa memerlukan tambahan modal besar, karena sebagian besar kebutuhan alat tambang sudah tersedia.
Rekomendasi Saham INDY
Astronacci, dalam analisanya, memberikan rekomendasi buy untuk saham INDY dengan target harga Rp 2.320. Rekomendasi ini didasarkan pada prospek bisnis Indika Energy yang semakin solid, terutama dengan dimulainya proyek emas Awak Mas.
Investor diharapkan terus memantau pergerakan saham ini, mengingat potensi keuntungan yang besar seiring dengan diversifikasi bisnis yang dilakukan oleh Indika Energy. Proyek Awak Mas diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan perusahaan, tetapi juga memberikan stabilitas jangka panjang pada portofolio bisnisnya.
Lonjakan saham INDY hingga 22% dalam sepekan terakhir menjadi bukti tingginya minat investor terhadap potensi masa depan Indika Energy. Proyek emas Awak Mas di Sulawesi Selatan menjadi salah satu motor utama kenaikan ini, diiringi dengan optimisme terhadap diversifikasi bisnis perseroan. Dengan target harga Rp 2.320, saham INDY layak masuk dalam radar investasi para pelaku pasar.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







