Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Saham KRYA Masuk UMA, Ada Apa di Balik Lonjakan 62%?

133
×

Saham KRYA Masuk UMA, Ada Apa di Balik Lonjakan 62%?

Sebarkan artikel ini
Saham KRYA Masuk UMA, Ada Apa di Balik Lonjakan 62%
BEI tetapkan status UMA untuk saham KRYA usai reli 62% dalam sebulan. Investor diminta waspadai pola transaksi dan info korporasi terkini.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Bursa Efek Indonesia resmi menetapkan status Unusual Market Activity (UMA) untuk saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) pada Jumat, 2 Mei 2025.

Langkah ini dilakukan menyusul lonjakan harga signifikan saham KRYA dalam beberapa pekan terakhir.

Sponsor
Iklan

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menegaskan bahwa penetapan UMA bukan berarti mengindikasikan pelanggaran aturan pasar modal.

Status ini ditujukan sebagai sinyal peringatan agar pelaku pasar lebih cermat dalam mencermati dinamika pergerakan saham.

Baca Juga: Saham MIKA Dipantau BEI, Investor Diminta Waspada

Lonjakan Harga Jadi Sorotan Regulator

Saham KRYA dalam sebulan terakhir melesat hingga 62,9%, sebuah kenaikan yang terbilang agresif untuk emiten dengan kapitalisasi menengah.

Namun pada perdagangan Senin (5/5) pukul 14.06 WIB, harga sahamnya terkoreksi 1,94% ke level Rp102 per saham.

BEI kini memantau pola transaksi saham KRYA lebih dekat. Investor diminta menunggu klarifikasi resmi dari manajemen KRYA terhadap permintaan konfirmasi bursa, serta meninjau ulang informasi keterbukaan perusahaan.

Baca Juga: Danareksa Dikabarkan Akuisisi Sritex, Wamenaker Angkat Bicara

Investor Diimbau Tetap Waspada

Melalui pengumuman resmi, BEI juga mengingatkan agar investor mempertimbangkan kembali aksi korporasi yang direncanakan emiten jika belum memperoleh persetujuan RUPS.

Evaluasi menyeluruh terhadap potensi risiko perlu dilakukan sebelum mengambil keputusan investasi lebih lanjut.

Dalam kondisi pasar yang bergerak dinamis seperti ini, kehati-hatian menjadi faktor utama bagi investor dalam menjaga portofolio tetap aman dan rasional.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.