PasarSaham

Saham MIKA Dipantau BEI, Investor Diminta Waspada

125
Saham MIKA Dipantau BEI Investor Diminta Waspada
Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) akibat pola transaksi tidak wajar. Investor diimbau untuk mencermati pergerakannya.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau pergerakan saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) karena adanya indikasi pola transaksi tidak wajar atau Unusual Market Activity (UMA). Pengumuman ini disampaikan oleh BEI pada 21 Maret 2025.

Saham MIKA Masuk Radar UMA

BEI menegaskan bahwa pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan di pasar modal. Namun, investor diminta untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

Menurut data RTI, saham MIKA saat ini diperdagangkan di level Rp 2.140 per saham. Dalam sepekan terakhir, saham ini mengalami koreksi sebesar 9,70% dan telah turun 15,75% sejak awal tahun (year to date/YTD). Sebelumnya, BEI juga pernah mengumumkan UMA atas saham MIKA pada 20 Desember 2024.

Informasi terakhir yang tersedia mengenai perusahaan tercatat ini adalah laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dipublikasikan oleh BEI pada 7 Maret 2025.

Manajemen MIKA Beri Klarifikasi

Head of Investor Relations MIKA, Aditya Widjaja, menegaskan bahwa perusahaan tidak memiliki dan belum merencanakan aksi korporasi yang dapat menyebabkan volatilitas harga saham.

“Pergerakan saham beberapa hari terakhir murni merupakan transaksi pasar tanpa adanya intervensi dari perusahaan,” jelas Aditya pada Senin (24/3).

Analisis Pergerakan Saham

Investment Advisor Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis, menjelaskan bahwa masuknya MIKA dalam radar UMA disebabkan oleh pola transaksi yang tidak biasa. Namun, status UMA tidak otomatis berujung pada suspensi perdagangan saham.

BEI tetap akan memantau aktivitas perdagangan saham MIKA dan meminta klarifikasi dari manajemen. Jika ditemukan indikasi pelanggaran atau aktivitas yang merugikan investor, BEI dapat mempertimbangkan tindakan lebih lanjut, termasuk suspensi perdagangan.

Kinerja Keuangan MIKA

Pada kuartal III 2024, MIKA mencatat pendapatan bersih Rp 3,61 triliun, naik dari Rp 3,15 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan juga mengalami peningkatan signifikan.

Menurut Alrich, kinerja positif ini diperkirakan terus berlanjut pada 2025. Target pertumbuhan pendapatan dua digit didorong oleh peningkatan volume pasien, kenaikan tarif rata-rata, dan intensitas layanan. Marjin EBITDA juga diproyeksikan meningkat seiring dengan efisiensi biaya.

Prospek Saham MIKA

Secara teknikal, saham MIKA saat ini berada dalam tren bearish setelah menembus level support Rp 2.300 per saham. Harga saat ini berada di level support Rp 2.050 dengan resistance di Rp 2.300 per saham.

“Sebaiknya investor wait and see terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan,” kata Alrich.

Sementara itu, Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila, menilai bahwa meskipun MIKA masuk dalam radar UMA, kinerja keuangannya tetap positif.

“Prospek MIKA masih cukup baik, terutama dengan rencana ekspansi yang diharapkan dapat berjalan optimal,” jelas Indy.

Ia merekomendasikan trading buy untuk saham MIKA dengan target harga Rp 2.500 per saham.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version