Saham PACK Kembali Melonjak, Sentuh Auto Reject Atas
JAKARTA, BursaNusantara.com – Saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) kembali mencetak rekor dengan lonjakan hingga 9,73% ke level Rp 2.480 per saham dalam sesi perdagangan 10 Februari 2025.
Kenaikan ini membuat saham PACK menyentuh batas auto reject atas (ARA), menunjukkan permintaan yang sangat tinggi di pasar.
Saham PACK saat ini tercatat di papan pemantauan khusus full call auction (FCA), dengan hanya 198,2 ribu saham yang ditransaksikan dalam 31 kali frekuensi, mencapai nilai transaksi Rp 491,54 juta. Antrean beli di harga ARA mencapai 100.195 lot saham, menandakan optimisme tinggi dari para investor.
Perusahaan ini sebelumnya dikenal sebagai PT Solusi Kemasan Digital Tbk sebelum berganti nama menjadi Abadi Nusantara Hijau Investama.
Sahamnya mencuat setelah diakuisisi oleh PT Eco Energi Perkasa (EEP) sebesar 49% pada Oktober 2024, yang menjadi katalis utama dalam pergerakan harga sahamnya.
Akuisisi Eco Energi Perkasa: Pemicu Lonjakan Harga Saham PACK
Akuisisi 49% saham PACK oleh Eco Energi Perkasa (EEP) dilakukan dengan harga Rp 29 per saham, dengan total nilai akuisisi mencapai Rp 21,84 miliar. Namun, dengan harga saham PACK yang kini berada di level Rp 2.480, nilai kepemilikan EEP melonjak drastis menjadi Rp 1,86 triliun per 10 Februari 2025.
EEP membeli saham PACK dari beberapa pemegang saham sebelumnya, termasuk PT Star Magnum Capital, Michael Gerald Jusanti, PT JJF Investama, Hendrick, dan PT Benson Kapital Indonesia. Akuisisi ini menjadi perhatian besar di pasar modal karena dampak signifikan terhadap valuasi saham PACK.
Siapa di Balik Eco Energi Perkasa?
Berdasarkan riset Indo Premier Sekuritas yang disusun oleh Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan, Eco Energi Perkasa (EEP) memiliki koneksi langsung dengan CNGR Group, produsen prekursor asal China dengan pangsa pasar global mencapai 23%.
CNGR Group diketahui merupakan perusahaan besar dalam industri bahan baku energi terbarukan, yang terus memperluas ekspansinya ke berbagai sektor.
Menariknya, pemilik manfaat utama dari CNGR Group adalah Deng Weiming, seorang konglomerat asal China. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa akuisisi PACK oleh EEP merupakan bagian dari strategi backdoor-listing yang dilakukan oleh CNGR Group.
Prospek Saham PACK: Apakah Masih Ada Ruang Cuan?
Dengan lonjakan harga saham yang luar biasa, para investor kini mempertanyakan apakah masih ada potensi keuntungan lebih lanjut dari saham PACK. Beberapa analis menilai bahwa saham PACK memiliki prospek cerah seiring dengan ekspansi bisnis yang dilakukan oleh CNGR Group melalui Eco Energi Perkasa.
Namun, investor tetap perlu memperhatikan potensi risiko, mengingat volatilitas saham yang tinggi dan statusnya di papan pemantauan khusus full call auction.
Keberlanjutan tren kenaikan saham PACK akan sangat bergantung pada strategi bisnis yang dijalankan oleh manajemen baru serta respon pasar terhadap perkembangan ke depan.
Sebagai catatan, bagi investor yang tertarik untuk masuk ke saham PACK, disarankan untuk melakukan analisis mendalam terkait valuasi, fundamental perusahaan, serta potensi aksi korporasi yang dapat mempengaruhi harga saham di masa mendatang.
Dengan lonjakan saham PACK yang mencengangkan, pertanyaan terbesar kini adalah: Apakah masih ada ruang bagi investor untuk menikmati cuan triliunan dari saham ini? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







