Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

7 Saham Naik Ratusan Persen Saat IHSG Terkoreksi: Ini Daftarnya!

817
×

7 Saham Naik Ratusan Persen Saat IHSG Terkoreksi: Ini Daftarnya!

Sebarkan artikel ini
7 Saham Naik Ratusan Persen Saat IHSG Terkoreksi Ini Daftarnya!
Meski IHSG terkoreksi 2,5% YTD, sejumlah saham justru melesat hingga 700% lebih. Ini daftar 7 saham paling cuan 2025 dan analisis penyebab lonjakannya.

IHSG Terkoreksi, Tapi Ada Saham Naik 700% Lebih?

JAKARTA, BursaNusantara.com – Per 29 Juni 2025, IHSG tercatat melemah 2,58% secara year-to-date (YTD). Namun, di balik koreksi indeks, sejumlah saham justru mencetak cuan ratusan persen bahkan ada yang naik lebih dari 700%!

Fenomena ini menarik perhatian investor ritel dan institusi, terutama karena sebagian besar saham tersebut tidak berasal dari sektor blue chip, melainkan dari papan pengembangan dan pemantauan khusus.

Sponsor
Iklan

1. PACK – Abadi Nusantara Hijau Investama (+708% YTD)

Saham PACK mencatatkan lonjakan 708,13% YTD, bahkan jika ditarik dari harga terendah tahun lalu, kenaikannya nyaris 15.000%.

  • Pemicu utama: rumor akuisisi oleh perusahaan energi baru asal Tiongkok, CNGR.
  • Status saat ini: masuk papan pemantauan khusus dan diperdagangkan via full call auction (FCA) mulai 30 Juni 2025.
  • Risiko: volatilitas ekstrem, suspensi berulang, dan belum ada perbaikan fundamental signifikan.

2. WIFI – Solusi Sinergi Digital Tbk (+402% YTD)

Saham WIFI milik grup Hashim Djojohadikusumo (adik Presiden Prabowo) naik 402,93% YTD.

  • Pemicu: lonjakan laba bersih Q1 2025 sebesar 182% YoY dan ekspansi jaringan FTTH ke 4 juta pelanggan.
  • Right issue jumbo: senilai Rp 5,89 triliun dengan harga pelaksanaan Rp 2.000/saham.
  • Target analis: hold dengan target harga Rp 2.350.

3. INET – Sinergi Inti Andalan Prima (+191% YTD)

Saham INET naik hampir 200% YTD, didorong oleh kontrak penjualan bandwidth 10 Tbps ke WIFI dan ekspansi jaringan fiber nasional.

  • Dividen tunai: Rp 664 juta dibagikan dari laba 2024.
  • Volume transaksi: melonjak signifikan sejak pertengahan Juni, dengan rata-rata harian >200 juta lembar.
  • Outlook: positif, tapi valuasi mulai tinggi.

4. ANTM – Aneka Tambang (+101% YTD)

Saham ANTM tetap jadi primadona sektor komoditas, naik 101,96% YTD.

  • Pemicu: lonjakan penjualan emas dan proyek Dragon EV senilai USD 16 miliar.
  • Net buy asing: Rp 1,2 triliun sepanjang Juni 2025.
  • Target analis: Rp 3.250/saham, masih ada upside dari harga saat ini Rp 2.940.

5. NICL – PAM Mineral (+261% YTD)

Saham NICL naik 261,54% YTD, meski sempat disuspensi karena lonjakan harga tak wajar.

  • Pemicu: pertumbuhan penjualan Q1 2025 sebesar 365% YoY.
  • Status: masuk papan FCA sejak 26 Mei 2025.
  • Risiko: likuiditas rendah dan fluktuasi tajam.

6. JATI – Informasi Teknologi Indonesia (+226% YTD)

Saham JATI naik 226% YTD, didorong oleh sentimen digitalisasi dan aksi spekulatif ritel.

  • Fundamental: laba bersih masih kecil, PER tinggi (52x), tapi margin laba kotor cukup solid.
  • Sentimen: ramai dibahas di Stockbit dan Telegram trader sejak 26 Juni.
  • Outlook: momentum teknikal kuat, tapi perlu waspada koreksi.

7. ANJT – Austindo Nusantara Jaya (+141% YTD)

Saham ANJT milik investor kawakan Lo Kheng Hong naik 141,96% YTD.

  • Pemicu: penghargaan PROPER Emas dari KLHK dan ekspansi agribisnis berkelanjutan.
  • Valuasi: PBV masih rendah (0,57x), PER tinggi (68x).
  • Outlook: menarik untuk jangka menengah, terutama bagi investor ESG.

Saham Multibagger Bukan Tanpa Risiko

Meski cuan ratusan persen terdengar menggoda, sebagian besar saham di atas memiliki volatilitas tinggi, likuiditas terbatas, dan risiko suspensi. Investor disarankan untuk:

  • Lakukan riset fundamental dan teknikal sebelum masuk.
  • Gunakan manajemen risiko ketat, terutama untuk saham di papan pemantauan khusus.
  • Hindari FOMO, dan fokus pada strategi jangka panjang.

Saham-saham ini membuktikan bahwa di tengah IHSG yang lesu, peluang tetap ada asal tahu cara membaca momentum dan mengelola risiko.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan