JAKARTA, BursaNusantara.com – Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau dikenal sebagai PIK2 kembali menjadi sorotan tajam di pasar modal Indonesia.
Setelah sempat terjun bebas hingga mentok auto reject bawah (ARB) pada 23 Januari 2025, saham PANI bangkit signifikan keesokan harinya dengan lonjakan 14,90% ke Rp 12.725 per lembar saham.
Fenomena ini menarik perhatian banyak investor, termasuk Andry Hakim, seorang tokoh terkenal dalam dunia investasi di Indonesia.
Saham PANI sebelumnya mencatat penurunan beruntun selama empat hari, dari 20 hingga 23 Januari. Penurunan terparah terjadi pada 23 Januari ketika saham ini longsor 19,89%, memicu kepanikan di kalangan investor.
Namun, pada 24 Januari, saham properti yang dikendalikan oleh Agung Sedayu Group dan Salim Group ini menunjukkan perlawanan kuat dengan nilai transaksi mencapai Rp 917,62 miliar dari 76,3 juta lembar saham yang diperdagangkan dalam 55.509 kali transaksi.
Kenaikan saham PANI ini terjadi di tengah polemik mengenai proyek pagar laut di Tangerang yang sempat memengaruhi sentimen pasar.
Padahal, sebelumnya saham PANI pernah mencatatkan rekor tertinggi di level Rp 19.100 pada 11 Desember 2024. Pergerakan fluktuatif ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor yang memantau saham-saham sektor properti.
Strategi “Cacing-Cacing, Naga-Naga” ala Andry Hakim
Salah satu investor yang dikenal sebagai holder setia saham PANI, Andry Hakim, turut menjadi perbincangan publik setelah memberikan pandangan optimistisnya terkait saham ini.
Dalam sebuah video singkat yang diunggah oleh akun Instagram stockwise.id, Andry menjelaskan filosofi uniknya tentang “cacing-cacing, naga-naga.”
“Kalau all in di PANI, peluang gua jadi naga itu besar banget. Cacingnya itu kecil banget, bukan 50-50. Saham ini bagus banget, owner-nya jelas, murah,” ujar Andry dengan percaya diri.
Menurut Andry, istilah “cacing” menggambarkan risiko kecil, sementara “naga” merepresentasikan potensi keuntungan besar dari investasi saham PANI.
Filosofi ini menunjukkan keyakinannya terhadap prospek jangka panjang saham properti ini, yang dianggap memiliki fundamental kuat dan didukung oleh pemilik dengan reputasi baik.
Mengapa PANI Jadi Sorotan?
Fluktuasi harga saham PANI yang ekstrem dalam beberapa hari terakhir menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan investor.
Beberapa analis menilai bahwa aksi jual besar-besaran yang memicu ARB pada 23 Januari lebih dipengaruhi oleh kepanikan sesaat, bukan kondisi fundamental perusahaan.
Pasalnya, PANI tetap menjadi salah satu emiten properti yang memiliki proyek ambisius seperti PIK2, kawasan terpadu yang menawarkan nilai strategis tinggi.
Kebangkitan saham PANI pada 24 Januari seolah mengonfirmasi kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang emiten ini.
Dengan nilai transaksi hampir mencapai Rp 1 triliun dalam satu hari, saham ini kembali menjadi pusat perhatian, khususnya bagi mereka yang mencari peluang investasi dengan potensi pertumbuhan besar.
Kesimpulan
Meski saham PANI sempat tertekan, kebangkitannya menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia tetap dinamis dan penuh peluang.
Strategi “cacing-cacing, naga-naga” yang diperkenalkan oleh Andry Hakim dapat menjadi inspirasi bagi investor lain untuk mengambil keputusan investasi yang cerdas dan penuh perhitungan.
Bagi para pelaku pasar, saham PANI adalah contoh nyata betapa pentingnya memahami fundamental perusahaan sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







