JAKARTA, BursaNusantara.com – Saham PANI Rebound di Tengah Profit Taking IHSG
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), emiten properti yang dikenal dengan proyek PIK 2, mencatatkan lonjakan harga saham signifikan pada Jumat (24/1/2025).
Saham PANI nanjak 14,9% ke level Rp 12.725 meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilanda aksi profit taking menjelang libur panjang. Peningkatan ini menjadi angin segar setelah tekanan yang dialami saham ini dalam sepekan terakhir.
Kinerja impresif PANI tidak lepas dari pengumuman pencapaian prapenjualan (marketing sales) sepanjang tahun 2024. Emiten properti ini berhasil mencatatkan marketing sales sebesar Rp 6,01 triliun atau 100,3% dari target revisi sebesar Rp 6 triliun.
Hasil ini menunjukkan performa cemerlang PANI dalam memenuhi bahkan melampaui target tahunannya.
Kontribusi Proyek Utama pada Prapenjualan
Marketing sales PANI sebesar Rp 6,01 triliun berasal dari tiga segmen utama:
- Kaveling Komersial: Memberikan kontribusi terbesar sebesar Rp 2,9 triliun (48%). Kenaikan permintaan kaveling komersial didorong oleh pengembangan Central Business District (CBD) PIK 2 dan proyek Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) di kawasan tersebut.
- Residensial: Menyumbang Rp 1,9 triliun (33%). Segmen ini mencatat pertumbuhan luar biasa sebesar 386% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini berkat peluncuran cluster baru di PIK 2.
- Produk Komersial: Menyumbang Rp 1,2 triliun (19%), termasuk ruko, rukan, dan SOHO seperti Rukan Marina Bay, Rukan Little Siam, dan SOHO Riverside Boulevard.
Strategi Pertumbuhan dan Ekspansi Proyek Baru
Menurut Alexander Halim Kusuma, Wakil Presiden Direktur PIK 2, pencapaian ini didukung oleh strategi pemasaran yang kuat dan peluncuran 12 proyek baru sepanjang tahun 2024.
Selain itu, akuisisi bank tanah melalui dua skema penambahan modal (PMHMETD II pada Desember 2023 dan PMTHMETD pada Agustus 2024) menjadi landasan strategis untuk ekspansi lebih lanjut. Kini, PANI memiliki total bank tanah seluas 1.876 hektare.
“Prapenjualan kaveling komersial meningkat 247% yoy, mencerminkan minat pasar yang tinggi terhadap CBD PIK 2 sebagai alternatif pusat bisnis baru di utara Jakarta,” jelas Alexander.
Proyek MICE menjadi salah satu fokus utama PANI, dengan fasilitas seperti NICE (ikon baru di area CBD PIK 2) yang dirancang untuk mendukung sektor pariwisata dan ekonomi.
Infrastruktur pendukung, seperti Tol KATARAJA (Kamal-Teluk Naga-Rajeg), yang akan mulai beroperasi pada awal 2025, semakin memperkuat aksesibilitas kawasan ini.
Proyek Residensial dan Komersial Unggulan
Tahun 2024 juga menjadi saksi peluncuran berbagai proyek unggulan di PIK 2:
- Kaveling Komersial: Berlokasi strategis di CBD PIK 2.
- Produk Komersial: Termasuk Rukan Petak Sembilan, SOHO The Bund, dan Bizpark PIK 2.
- Residensial: Meliputi Pasadena Spring, The Padma, Permata Hijau Residence, dan lainnya.
Produk unggulan ini mencerminkan inovasi yang terus dikembangkan oleh PANI untuk memenuhi permintaan pasar yang dinamis.
Tren Pertumbuhan yang Konsisten
Kinerja PANI menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten sejak 2021 dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 36%. Berikut data pertumbuhan prapenjualan PANI:
- Tahun 2021: Rp 1,7 triliun
- Tahun 2022: Rp 1,9 triliun
- Tahun 2023: Rp 2,4 triliun
- Tahun 2024: Rp 6 triliun
Pencapaian ini menegaskan komitmen PANI dalam mengembangkan produk inovatif dan memenuhi kebutuhan pelanggan.
Rebound saham PANI dan pencapaian marketing sales tahun 2024 menjadi bukti nyata kemampuan emiten ini dalam menghadapi tantangan pasar.
Dengan strategi pemasaran yang kuat, ekspansi proyek baru, dan dukungan infrastruktur, PANI optimistis melanjutkan tren pertumbuhan positif di masa mendatang. Kawasan PIK 2 kini menjadi ikon baru di utara Jakarta, menawarkan peluang investasi menjanjikan bagi sektor properti dan pariwisata.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.






