PTBA Kokoh di Rp2.390: Menakar 'Cuan' Dividen 14% di Awal 2026
JAKARTA, 9 Januari 2026 – Di tengah fluktuasi pasar modal awal tahun, saham PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) kembali mencuri perhatian investor.
Menutup perdagangan pekan ini, emiten tambang pelat merah ini menunjukkan resiliensi yang menarik di tengah dinamika kebijakan energi nasional.
Resiliensi Harga: Stagnan Namun Menjanjikan
Pada penutupan perdagangan Jumat (9/1), PTBA parkir di level Rp2.390 per lembar. Meski tidak mencatatkan perubahan persentase dari pembukaan, pergerakan harian yang sempat menyentuh Rp2.420 mengindikasikan adanya tekanan beli yang konsisten.
Dengan volume perdagangan mencapai 8,64 juta saham, likuiditas PTBA tetap menjadi salah satu yang terbaik di sektor energi.
Dua Sentimen Positif: Jalur RMKE & Harga Batubara
Analis pasar modal menyoroti dua faktor kunci yang menjaga fundamental PTBA tetap solid dalam 12 jam terakhir:
- Sinergi Logistik: Rampungnya jalur hauling baru milik PT RMK Energy Tbk. (RMKE) yang terhubung langsung ke area tambang PTBA diprediksi akan memangkas biaya logistik dan meningkatkan volume pengangkutan secara signifikan di sepanjang 2026.
- Kenaikan HBA: Keputusan pemerintah menaikkan Harga Batu Bara Acuan (HBA) Januari 2026 ke level US$103,3/ton memberikan kepastian margin keuntungan bagi perseroan.
Daya Tarik Dividen: Masihkah Menjadi Raja ‘Yield’?
Bagi investor pemburu passive income, PTBA tetap menjadi primadona. Proyeksi dividend yield untuk tahun buku 2026 diperkirakan menembus angka 13,9% hingga 14,2%.
Angka ini jauh di atas rata-rata bunga deposito maupun imbal hasil obligasi negara, menjadikan PTBA sebagai pilihan “aman” di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pandangan Ahli: “Accumulative Buy”
Secara teknikal, PTBA masih bergerak di atas level dukungan psikologisnya.
Dengan pembatalan bea keluar batu bara oleh Kemenkeu, beban operasional PTBA dipastikan lebih ringan, memberikan ruang lebih luas bagi penguatan harga saham menuju target resisten berikutnya di level Rp2.550.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.










