JAKARTA, BursaNusantara.com – Menutup tahun 2024, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan sejumlah saham yang melesat hingga ribuan persen. Saham-saham ini menjadi sorotan investor karena performa luar biasa yang ditampilkan sepanjang tahun. Saham PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW) menjadi jawaranya dengan lonjakan 4.840% (year to date/ytd) menjadi Rp 2.470.
Saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) juga mencatatkan kenaikan signifikan, naik 2.670% menjadi Rp 3.740, disusul oleh PT Solusi Kemasan Digital Tbk (PACK) yang melonjak 1.455% menjadi Rp 560. Tidak ketinggalan, PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) naik 1.211% menjadi Rp 118, dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) naik 1.087% menjadi Rp 18.650.
Kenaikan Mingguan Terbesar
Dalam sepekan terakhir, periode 23–27 Desember 2024, saham PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) memimpin kenaikan mingguan dengan lonjakan 80,7% menjadi Rp 141. Saham lain seperti PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) naik 51,4% menjadi Rp 206 dan PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) meningkat 46,8% menjadi Rp 1.395.
Saham PT Golden Flower Tbk (POLU) juga mencatatkan kenaikan 44,9% menjadi Rp 2.210, disusul oleh PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) yang naik 39,2% menjadi Rp 71.
Saham IPO Terbaik dan Terburuk
Stockbit Sekuritas mencatat 41 emiten yang melantai di BEI melalui penawaran umum perdana (IPO) sepanjang 2024, lebih rendah dibandingkan 78 emiten pada tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 22 emiten mengalami kenaikan harga saham dengan rata-rata kenaikan 80% hingga 23 Desember 2024.
Saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) menjadi bintang IPO tahun ini dengan kenaikan harga tertinggi sebesar 377%. Sebaliknya, saham PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX) menjadi yang terburuk dengan penurunan harga terdalam mencapai 79%.
Pasar yang Terus Berubah
Fenomena kenaikan signifikan ini memberikan gambaran jelas bahwa pasar saham Indonesia tetap menarik perhatian investor, meskipun tingkat volatilitas tinggi. Dengan performa luar biasa beberapa saham ini, investor diharapkan terus memantau fundamental dan potensi jangka panjang.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












