JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA) menjadi pusat perhatian para investor setelah mencatatkan kinerja cemerlang dengan pertumbuhan laba bersih hingga 164% year-on-year (yoy) sepanjang periode 9 bulan pertama tahun 2024 (9M24).
Saham perusahaan ini pun diramal memiliki potensi kenaikan signifikan oleh Victoria Sekuritas.
Laba dan Penjualan Meroket
Berdasarkan laporan riset Victoria Sekuritas yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 Januari 2025, laba bersih SMGA mencapai Rp 14,8 miliar pada 9M24, naik signifikan dari periode sebelumnya. Peningkatan ini sejalan dengan melonjaknya laba kotor perusahaan hingga Rp 46,3 miliar atau tumbuh sebesar 275% yoy.
Faktor utama yang mendorong performa tersebut adalah peningkatan penjualan batu bara yang mencapai Rp 503 miliar, melonjak 626% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, penjualan nikel juga tumbuh pesat sebesar 212% yoy, mencapai Rp 229 miliar.
Hingga 9M24, SMGA berhasil merealisasikan penjualan batu bara sebanyak 652 ribu ton atau 130,5% dari target full year 2024. Di sisi lain, penjualan nikel baru mencapai 329 ribu ton atau 50% dari target tahunan, akibat kendala pada persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang masih dalam proses untuk periode 2024-2026.
Proyeksi Saham: Target Harga Rp 113
Victoria Sekuritas memberikan target harga saham SMGA sebesar Rp 113 per lembar, dengan potensi keuntungan sebesar 88,33% dari harga penutupan Rp 60 pada perdagangan Jumat, 24 Januari 2025.
“Penguatan dolar Amerika Serikat (USD) yang terjadi belakangan ini turut memberikan dampak positif bagi SMGA, terutama pada sektor batu bara dan nikel,” ungkap Victoria Sekuritas.
Penguatan USD ini diperkirakan berlanjut seiring dengan kebijakan ekonomi baru yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, seperti trade war dan peningkatan tarif impor yang mendorong laju inflasi.
Diversifikasi Bisnis: Solar dan Limestone
Selain sektor batu bara dan nikel, SMGA mulai menggarap diversifikasi bisnisnya melalui penjualan solar dan pengembangan segmen limestone. Sepanjang 9M24, penjualan solar perusahaan mencapai Rp 4,6 miliar, dengan proyeksi penjualan bulanan sebesar 1.000 hingga 5.000 MT dalam waktu dekat.
SMGA saat ini sedang melakukan pemetaan terhadap supplier, proses bisnis, dan pelanggan untuk mengoptimalkan lini bisnis baru ini.
Sementara itu, proyek pembangunan crusher plant di segmen limestone sedang berlangsung dan diperkirakan selesai pada April 2025. Realisasi penjualan limestone direncanakan mulai Mei 2025, memberikan tambahan pendapatan yang menjanjikan bagi SMGA di masa depan.
Tantangan dan Peluang
Meski mencatatkan kinerja gemilang, SMGA masih menghadapi tantangan di sektor nikel akibat keterlambatan persetujuan RKAB. Namun, dengan pencapaian luar biasa pada sektor batu bara yang melebihi target, ditambah pengembangan diversifikasi bisnis yang strategis, prospek pertumbuhan SMGA tetap menjanjikan.
Bagi para investor, saham SMGA menawarkan peluang besar untuk mendapatkan cuan signifikan. Dengan target harga yang telah ditetapkan oleh Victoria Sekuritas, SMGA menjadi salah satu emiten yang patut diperhitungkan di tahun 2025.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.








