Geser Kebawah
PasarSaham

Saham Top Gainer Meroket Saat IHSG 7.398 Tertekan

86
×

Saham Top Gainer Meroket Saat IHSG 7.398 Tertekan

Sebarkan artikel ini

Anomali Pasar Modal Saat Transaksi Tembus Rp15,69 Triliun

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pasar sering kali menyembunyikan anomali paling tajam justru saat indeks utama menunjukkan pelemahan sistemik.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara resmi ditutup melemah 0,69 persen di posisi 7.398 pada perdagangan Rabu, 11 Maret 2026.

Meskipun arus modal keluar mendominasi pergerakan indeks, sekelompok entitas justru mencetak lonjakan harga hingga mendekati batas atas perdagangan.

Total nilai transaksi di bursa hari ini mencatatkan angka Rp15,69 triliun di tengah tekanan jual yang melanda sebagian besar saham unggulan.

Siapa Pemenang di Balik Tekanan Indeks Hari Ini?

PT Pakuan Tbk (UANG) memimpin barisan penguatan dengan kenaikan harga yang sangat signifikan sebesar 24,93 persen ke level Rp4.310 per unit.

Posisi kedua ditempati oleh PT MDTV Media Technologies Tbk (NETV) yang melesat 24,72 persen hingga mendarat di harga Rp106 per saham.

Aksi borong juga terlihat pada saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) yang menguat 24,11 persen di posisi Rp875 per unit.

PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) menyusul di urutan keempat dengan apresiasi sebesar 23,60 persen ke harga Rp110.

PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) melengkapi jajaran lima besar Saham Top Gainer melalui lonjakan sebesar 22,43 persen di harga Rp262.

Daftar peraih keuntungan lainnya meliputi KUAS (+20,83%), PTMP (+18,64%), GRPH (+17,31%), APIC (+16,06%), hingga NICK (+15,96%).

Di Mana Arus Uang Besar Berputar Saat Pasar Memerah?

Arus transaksi paling masif pada perdagangan hari ini justru terpusat pada PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai mencapai Rp696 miliar.

Raksasa perbankan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati urutan kedua dengan catatan transaksi senilai Rp633 miliar.

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menutup perdagangan pada jajaran puncak nilai transaksi dengan angka sebesar Rp624 miliar.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turut mencatatkan aktivitas perdagangan yang padat dengan akumulasi nilai transaksi sebesar Rp425 miliar.

Di sisi lain, investor perlu mewaspadai pergerakan 10 saham top loser seperti INPC, TCID, hingga GPSO yang anjlok dalam rentang 9,04 persen hingga 14,57 persen.

Penurunan tajam pada deretan saham tersebut mengonfirmasi adanya volatilitas tinggi yang harus diantisipasi oleh para pemilik modal dalam mengambil keputusan.

Fluktuasi yang terjadi antara Saham Top Gainer dan top loser hari ini mencerminkan rotasi modal yang cepat di tengah upaya pasar mencari titik keseimbangan baru.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan