Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Saham Top Gainers IHSG: EURO Melesat 172% Saat Pasar Anjlok

105
×

Saham Top Gainers IHSG: EURO Melesat 172% Saat Pasar Anjlok

Sebarkan artikel ini
Saham Top Gainers IHSG EURO Melesat 172% Saat Pasar Anjlok
IHSG anjlok 13,46%, namun saham EURO dan PPRO justru meroket tajam di tengah Ramadan. Temukan daftar saham "outperformer" Maret 2026 di sini. Baca sekarang!

Anomali Pasar: Saham-Saham yang Berjaya di Tengah Pelemahan Indeks

JAKARTA, BursaNusantara.com – Saat mayoritas investor panik melihat portofolio memerah akibat koreksi tajam indeks, sekelompok saham “anomali” justru mencetak keuntungan eksponensial dalam sunyi.

Kepanikan pasar seringkali membutakan mata terhadap peluang pada emiten yang memiliki daya tahan fundamental serta minat beli yang melampaui rata-rata pasar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami tekanan berat dengan koreksi mencapai 13,46 persen ke level 7.106,84 dalam satu bulan terakhir.

Namun, menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) per Selasa (17/3/2026), sejumlah saham justru mencatatkan lonjakan signifikan di tengah tren pelemahan tersebut.

Kinerja ini membuktikan bahwa strategi pemilihan saham berbasis kekuatan relatif tetap mampu memberikan imbal hasil positif bagi pelaku pasar yang jeli.

Siapa Sangka Saham EURO Meroket 172 Persen di Level 7.100?

PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) menjadi sorotan utama pasar setelah harganya melesat 172,48 persen dalam sebulan ke posisi Rp2.030 per unit.

Capaian ini menempatkan EURO sebagai pemimpin barisan emiten yang mencetak keuntungan di luar nalar saat indeks acuan sedang tertekan hebat.

Menyusul di belakangnya, saham PT PP Property Tbk (PPRO) juga menunjukkan performa impresif dengan kenaikan 66,67 persen hingga mencapai level Rp35 per unit.

Sektor gas tidak ketinggalan melalui PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) yang harga sahamnya melambung 57,41 persen ke posisi Rp3.400.

Lonjakan harga pada emiten-emiten ini mencerminkan adanya katalis spesifik yang mendorong kepercayaan diri investor di tengah ketidakpastian makro.

Mengapa Relative Strength Menjadi Kunci di Ramadan 2026?

Keberhasilan sejumlah emiten mengalahkan pasar menunjukkan adanya relative strength atau kekuatan relatif yang kuat dibandingkan saham lainnya.

Data BEI mencatat PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) melejit 45 persen ke Rp58, sementara PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melompat 30,14 persen ke Rp9.500.

Sektor komoditas dan industri lainnya juga menunjukkan taji, di mana saham ITMG mendaki 26,13 persen ke Rp28.000 dan TKIM menguat 24,40 persen ke Rp9.050.

Tren positif ini berlanjut pada saham OMED yang terkerek 21,36 persen ke Rp250 serta ESSA yang menguat 21,31 persen ke level Rp740 per unit.

Emiten perkebunan dan tambang baru, TAPG serta AADI, turut mencetak pertumbuhan masing-masing sebesar 20,76 persen dan 20,69 persen.

Munculnya minat beli yang sangat kuat pada deretan saham ini mengindikasikan bahwa seleksi saham yang ketat menjadi instrumen penyelamat aset di tengah badai koreksi IHSG.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan