JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) terus menunjukkan komitmennya dalam pembangunan terminal peti kemas di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat. Proyek strategis ini semakin mendekati tahap operasional dengan perkembangan signifikan dalam pembangunan infrastruktur dasar.
Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban
Direktur Utama Samudera Indonesia, Bani M. Mulia, mengungkapkan bahwa saat ini proses pembangunan sudah memasuki tahap infrastruktur dasar yang semakin terkoneksi.
“Progresnya saat ini infrastruktur dasar yang dibangun bersama oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, sudah semakin baik. Konektivitas akses ke Pelabuhan Patimban juga semakin tersambung,” ujar Bani dalam acara Laporan Kinerja Samudera Indonesia Tahun Buku 2024, Selasa (26/3).
Lebih lanjut, Bani menjelaskan bahwa pihaknya tengah fokus dalam pembangunan suprastruktur terminal. Saat ini, proses pemesanan alat bongkar muat sedang berjalan sebagai langkah persiapan operasional.
Strategi Operasional dan Kolaborasi Internasional
Meskipun alat bongkar muat masih dalam tahap pemesanan, Samudera Indonesia telah merencanakan strategi sementara dengan menggunakan mobile crane serta kapal yang dilengkapi crane agar terminal bisa segera beroperasi secara aktif.
Terminal peti kemas di Pelabuhan Patimban merupakan hasil kerja sama antara Samudera Indonesia dengan Africa Global Logistic (AGL) dan Toyota Tsusho Corporation (TTC). Kolaborasi ini semakin solid setelah ketiga perusahaan merampungkan penyetoran modal tambahan melalui skema rights issue ke PT Patimban Global Gateway Terminal, yang menjadi operator utama terminal peti kemas tersebut.
Patimban Global Gateway Terminal resmi dibentuk pada September 2024 dengan struktur kepemilikan saham sebagai berikut:
- Africa Global Logistic (AGL) – 45%
- Toyota Tsusho Corporation (TTC) – 34%
- PT Samudera Pelabuhan Indonesia – 21%
Target Operasional dan Kapasitas Terminal
Terminal peti kemas Patimban dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2026. Kapasitasnya diproyeksikan mencapai 3,7 juta twenty-foot equivalent units (TEUs) per tahun setelah seluruh tahap pembangunan rampung.
Pemerintah dan pihak swasta berharap keberadaan terminal ini dapat meningkatkan efisiensi logistik nasional serta mendukung pertumbuhan ekspor dan impor Indonesia secara berkelanjutan.











