Geser Kebawah
Aksi KorporasiHeadlinePasar

Saratoga (SRTG) Tebar Dividen Rp200 M, Investor Dapat Rp14,75/Saham

71
×

Saratoga (SRTG) Tebar Dividen Rp200 M, Investor Dapat Rp14,75/Saham

Sebarkan artikel ini
Saratoga (SRTG) Tebar Dividen Rp200 M, Investor Dapat Rp14,75Saham
Saratoga Investama (SRTG) umumkan dividen tunai Rp200 miliar atau Rp14,75 per saham dari laba 2024 sebesar Rp3,29 triliun. Pembayaran dilakukan 23 Juli 2025.

Dividen Saratoga 2025: Sinyal Likuiditas atau Strategi Tahan Modal?

JAKARTA, BursaNusantara.com – Saratoga Investama Sedaya Tbk (IDX: SRTG) resmi menetapkan dividen tunai senilai Rp200 miliar untuk tahun buku 2024, setara dengan Rp14,75 per saham.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan pada 25 Juni 2025.

Sponsor
Iklan

Manajemen memutuskan hanya membagikan 6,10 persen dari laba bersih senilai Rp3,29 triliun sebagai dividen kepada pemegang saham.

Langkah ini menandai salah satu kebijakan dividen paling konservatif SRTG dalam lima tahun terakhir.

Padahal, kinerja keuangan perusahaan menunjukkan ekuitas kuat hingga Rp51,74 triliun dan saldo laba ditahan mencapai Rp46,01 triliun.

Mayoritas Laba Disimpan, Dividen Hanya Simbolik?

Pembagian dividen kali ini tampak lebih simbolik ketimbang agresif dari sisi yield.

Dengan porsi sebesar 93,75 persen atau sekitar Rp3,08 triliun dari laba ditahan untuk memperkuat saldo laba, manajemen tampaknya mengedepankan strategi ekspansi atau investasi lanjutan.

Sementara dana cadangan hanya dibukukan sebesar Rp5 miliar, atau 0,15 persen dari total laba.

Langkah ini bisa dibaca sebagai upaya menjaga fleksibilitas likuiditas di tengah volatilitas ekonomi dan ketidakpastian global.

Investor jangka panjang bisa menilai ini sebagai sinyal positif atas kesiapan modal perusahaan menghadapi peluang akuisisi baru.

Jadwal Dividen Saratoga: Catat Tanggalnya

Bagi investor yang mengincar dividen, penting mencatat jadwal pembagian sebagai berikut:

  • Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 4 Juli 2025
  • Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 7 Juli 2025
  • Cum dividen di pasar tunai: 8 Juli 2025
  • Ex dividen di pasar tunai: 9 Juli 2025
  • Tanggal pencatatan (recording date): 8 Juli 2025 pukul 16.15 WIB
  • Tanggal pembayaran: 23 Juli 2025

Pembayaran dividen dilakukan secara tunai, dan hak diterima oleh investor yang tercatat hingga akhir sesi perdagangan 8 Juli.

Strategi Saratoga: Jaga Nilai atau Siap Akuisisi?

Saratoga dikenal sebagai perusahaan investasi aktif dengan portofolio di sektor energi, konsumer, hingga teknologi.

Dengan tidak menyentuh sebagian besar laba bersihnya, perusahaan berpotensi menyiapkan manuver strategis besar ke depan.

Potensi reinvestasi bisa mencakup penambahan saham di portofolio yang sudah ada, atau akuisisi entitas baru dalam ekosistem bisnis SRTG.

Kebijakan dividen rendah ini justru bisa menjadi katalis pertumbuhan kapitalisasi jangka menengah.

Investor yang memahami model bisnis Saratoga cenderung lebih melihat potensi capital gain ketimbang sekadar dividen yield.

Imbal Hasil Dividen SRTG: Di Bawah Ekspektasi Pasar

Dengan harga saham SRTG yang bergerak di kisaran Rp1.200—Rp1.400 per lembar selama Juni 2025, imbal hasil dividen (dividend yield) hanya sekitar 1 persen.

Angka tersebut terbilang minim dibanding emiten sejenis di sektor investasi yang cenderung memberikan yield di atas 3 persen.

Namun, dari perspektif tata kelola, pembagian ini tetap mencerminkan komitmen perusahaan memberi nilai tunai kepada pemegang saham.

Kebijakan ini juga menunjukkan bahwa meski mengusung model investasi jangka panjang, SRTG tidak melupakan hak pemegang saham terhadap hasil kinerja.

Laba Ditahan Rp46 Triliun: Amunisi Masa Depan Saratoga

Saldo laba ditahan dengan alokasi belum ditentukan senilai Rp46,01 triliun menjadi kekuatan fundamental Saratoga.

Perusahaan dapat dengan cepat merealisasikan pendanaan untuk proyek-proyek akuisisi, suntikan modal, atau pembentukan entitas baru.

Hal ini sejalan dengan posisi ekuitas perusahaan sebesar Rp51,74 triliun per 31 Desember 2024.

Dengan struktur modal solid dan likuiditas tinggi, Saratoga berada dalam posisi ideal untuk mengantisipasi peluang yang muncul di tengah gejolak pasar.

Investor institusi akan memandang saldo laba besar ini sebagai faktor penentu daya tahan dan agresivitas jangka panjang.

Investor Ritel Perlu Strategi Taktis

Bagi investor ritel, dividen Rp14,75 per lembar bisa terasa minim, namun tetap menjadi elemen penting dalam strategi yield.

Beberapa investor bisa memilih strategi cum-date untuk mengambil dividen lalu menjual saham pasca ex-date.

Namun, investor jangka panjang yang memahami strategi reinvestasi Saratoga bisa menganggap saham ini sebagai kendaraan pertumbuhan nilai.

SRTG bukan saham bagi pemburu dividen tinggi, melainkan bagi investor yang mengincar nilai investasi jangka menengah-panjang berbasis fundamental solid.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.