Geser Kebawah
PasarSaham

Saratoga Tambah Kepemilikan di MDKA, Gelontorkan Rp 121 Miliar

87
×

Saratoga Tambah Kepemilikan di MDKA, Gelontorkan Rp 121 Miliar

Sebarkan artikel ini
saratoga tambah kepemilikan di mdka, gelontorkan rp 121 miliar 2
Saratoga Investama Sedaya (SRTG) tambah kepemilikan saham Merdeka Copper Gold (MDKA) sebesar 53,36 juta saham, meningkatkan kepemilikan menjadi 19,18%.

Saratoga Perkuat Posisi di MDKA, Investasi Rp 121 Miliar
JAKARTA – Emiten investasi terkemuka, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), yang dimiliki oleh Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno, kembali memperkuat kepemilikannya di PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Pada 13 Desember 2024, Saratoga resmi membeli 53,36 juta saham MDKA dengan harga Rp 2.273 per saham, menggelontorkan total dana senilai Rp 121,29 miliar.

Dengan transaksi tersebut, kepemilikan Saratoga pada MDKA meningkat dari 18,96% menjadi 19,18%. “Transaksi ini bertujuan untuk investasi dengan status kepemilikan langsung,” ujar Sekretaris Perusahaan SRTG, Juan Akbar Indraseno, dalam keterangan resminya pada Jumat (13/12/2024).

Sponsor
Iklan

Komitmen Saratoga di Industri Tambang

Juan menambahkan bahwa Saratoga bersama mitra strategisnya, PT Provident Capital Indonesia, berkomitmen mempertahankan kendali di Merdeka Copper Gold (MDKA). Sebagai salah satu tambang emas terkemuka di Indonesia, MDKA memegang peranan penting dalam portofolio Saratoga.

Selain MDKA, Saratoga juga memiliki sejumlah saham blue chips, seperti PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). Saratoga juga terus berinvestasi di sektor perusahaan berkembang, termasuk PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) dan PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM).


Laba Saratoga Melonjak Tajam pada 2024

Sepanjang Januari hingga September 2024, Saratoga mencatatkan laba bersih Rp 5,22 triliun, melonjak drastis dari kerugian Rp 10,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didukung oleh keuntungan investasi pada saham blue chips yang mencapai Rp 5,5 triliun.

Selain dari investasi saham, Saratoga juga mencatat penghasilan dividen dan bunga sebesar Rp 1,66 triliun. Total laba sebelum pajak mencapai Rp 6,36 triliun, dibanding kerugian Rp 11,4 triliun pada periode yang sama di tahun 2023.


Kinerja Saham Teknologi dan Perusahaan Berkembang

Meski investasi pada blue chips mencatatkan hasil signifikan, segmen saham teknologi masih mencatat kerugian. Kerugian di sektor teknologi meningkat dari Rp 51,48 miliar pada 2023 menjadi Rp 164,41 miliar pada 2024.

Namun, kerugian pada perusahaan berkembang mengalami penurunan. Hingga September 2024, kerugian tercatat Rp 312,64 miliar, lebih rendah dibandingkan kerugian Rp 548,34 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.


Fokus Saratoga ke Investasi Strategis

Strategi Saratoga yang fokus pada investasi strategis di sektor tambang, energi, dan infrastruktur terus menunjukkan hasil positif. Dengan tambahan investasi di MDKA, Saratoga mempertegas komitmennya untuk tetap menjadi pemain kunci di industri pertambangan Indonesia.

Dengan portofolio investasi yang beragam dan pencapaian kinerja solid, Saratoga optimis menghadapi tantangan ekonomi global sambil terus mendukung pertumbuhan sektor riil di Indonesia.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.