PasarSaham

Sentimen Global dan Domestik Warnai Pasar, Pantau INCO, ADMR, LSIP

103
Sentimen Global Dan Domestik Warnai Pasar Pantau INCO ADMR LSIP
Pasar saham dipengaruhi tiga sentimen global pada 10-14 Maret 2025. Simak analisis serta rekomendasi saham INCO, ADMR, dan LSIP.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pekan ini, pasar modal Indonesia menghadapi berbagai dinamika yang dipengaruhi oleh tiga faktor global utama. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, menyoroti sentimen dari kebijakan tarif Donald Trump, inflasi Amerika Serikat (AS), serta pergerakan harga crude palm oil (CPO). Di tengah ketidakpastian ini, investor disarankan untuk mencermati pergerakan saham INCO, ADMR, dan LSIP.

Tiga Sentimen Global Pengaruhi Pasar

1. Kebijakan Tarif Donald Trump

Ketidakpastian dalam kebijakan tarif yang diterapkan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump, menjadi faktor pertama yang membayangi pasar. Jika kebijakan ini terus berubah-ubah atau maju-mundur, maka akan semakin meningkatkan ketidakpastian dan membuat investor cenderung bersikap lebih hati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

2. Rilis Data Inflasi AS

Imam menyebutkan bahwa data inflasi AS yang dijadwalkan rilis pada 12 Maret 2025 menjadi perhatian utama pelaku pasar. Konsensus memperkirakan inflasi AS berada di angka 2,9% year-on-year (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 3%. Sementara itu, inflasi inti diperkirakan akan turun ke 3,2% yoy dari sebelumnya 3,3%.

“Data ini sangat dinanti oleh investor karena akan mempengaruhi arah kebijakan moneter The Fed ke depan,” jelas Imam.

3. Lonjakan Harga CPO

Harga CPO mengalami kenaikan lebih dari 3% pada akhir pekan lalu akibat serangan hama di perkebunan sawit di dua negara bagian Malaysia. Ditambah dengan faktor cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir, produksi CPO diperkirakan terganggu, sehingga mempengaruhi pasokan global.

“Pada 11 Maret 2025, Malaysian Palm Oil Board (MPOB) akan merilis data stok CPO yang dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai pergerakan harga ke depan,” tambah Imam.

Sentimen Domestik: Rencana B50 dan Dampaknya ke Pasar

Di dalam negeri, pemerintah Indonesia berencana meningkatkan mandatori biodiesel dari B40 menjadi B50 pada 2026. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta menekan emisi karbon.

Namun, Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) menegaskan bahwa peningkatan mandatori B50 akan membutuhkan tambahan kapasitas produksi sebesar 4 juta kiloliter dari total kapasitas saat ini sebesar 19,6 juta kiloliter.

“Kenaikan mandatori B50 berpotensi mendorong permintaan CPO domestik, yang pada akhirnya bisa mempengaruhi harga CPO global akibat berkurangnya ekspor,” jelas Imam.

Rekomendasi Saham: INCO, ADMR, dan LSIP

Berdasarkan analisis sentimen global dan domestik, IPOT menyarankan investor untuk mencermati pergerakan tiga saham berikut:

1. INCO (Vale Indonesia)

  • Rekomendasi: Buy on breakout
  • Entry: 3.160
  • Target: 3.400
  • Stop loss: <3.040
  • Alasan: Stimulus ekonomi dari pemerintah China berpotensi meningkatkan permintaan nikel, yang merupakan bahan baku industri manufaktur.

2. ADMR (Adaro Minerals Indonesia)

  • Rekomendasi: Buy on pullback
  • Entry: 860 – 885
  • Target: 950
  • Stop loss: <830
  • Alasan: Keluarnya AS dari Just Energy Transition Partnership (JETP) berpotensi meningkatkan harga batu bara metalurgi, yang menjadi produk utama ADMR.

3. LSIP (PP London Sumatra Indonesia)

  • Rekomendasi: Buy on pullback
  • Entry: 1.080 – 1.100
  • Target: 1.160
  • Stop loss: <1.055
  • Alasan: Penguatan harga CPO akibat gangguan pasokan dan peningkatan permintaan selama Ramadan memberikan prospek positif bagi LSIP.

Dengan kombinasi berbagai sentimen global dan domestik yang berkembang, investor disarankan untuk tetap mencermati pergerakan pasar dan mengambil keputusan investasi secara bijak.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version