Geser Kebawah
Internasional

Serangan AS dan Israel ke Iran: Operasi Epic Fury Dimulai

71
×

Serangan AS dan Israel ke Iran: Operasi Epic Fury Dimulai

Sebarkan artikel ini
Serangan AS dan Israel ke Iran Operasi Epic Fury Dimulai
AS dan Israel luncurkan Operasi Epic Fury ke Teheran menyusul gagalnya negosiasi nuklir. Simak detail serangan dan kondisi terkini Pemimpin Iran di sini.

TEHERAN, BursaNusantara.com – Amerika Serikat dan Israel secara resmi meluncurkan operasi militer gabungan berskala besar yang menargetkan wilayah kedaulatan Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Melalui kampanye militer bertajuk “Operation Epic Fury”, kedua negara tersebut mengerahkan kekuatan udara untuk melumpuhkan titik-titik strategis di jantung pemerintahan Teheran.

Dikutip dari Reuters, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa langkah agresif ini diambil untuk menghentikan ancaman permanen terhadap Israel.

Serangan ini melibatkan penembakan puluhan misil yang menyasar berbagai kota besar dan diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut tindakan ini sebagai serangan awal (pre-emptive strike) demi keamanan nasional negaranya.

Operasi militer ini menjadi titik kulminasi setelah kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan dalam negosiasi nuklir internasional.

Target Operasi Epic Fury dan Nasib Pemimpin Tertinggi

Laporan intelijen menunjukkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, merupakan sasaran utama dalam rangkaian serangan udara ini.

Ulama senior tersebut dilaporkan selamat dari hantaman misil karena tidak sedang berada di ibu kota saat operasi dimulai.

Otoritas keamanan setempat segera memindahkan Khamenei ke lokasi rahasia yang lebih aman guna menghindari risiko serangan lanjutan.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeskhian dan Menteri Intelijen Esmail Khatib juga dikonfirmasi selamat dalam peristiwa tersebut.

Meskipun misil-misil tersebut melintasi wilayah udara Irak dengan daya ledak tinggi, para petinggi negara Republik Islam ini dikabarkan berada di luar jangkauan ledakan.

LANJUT KE HALAMAN 2

Tinggalkan Balasan