HeadlineNasional

Sidang PKPU Pan Brothers: Voting Ditunda, Mayoritas Kreditur Minta Revisi Proposal Homologasi

307
Sidang PKPU Pan Brothers pada 29 November 2024 ditunda dua pekan. Mayoritas kreditur meminta perpanjangan waktu untuk membahas revisi proposal homologasi.

JAKARTA – Proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap PBRX Group kembali mendapatkan sorotan setelah sidang voting yang dijadwalkan pada Jumat (29/11) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat harus ditunda. Hakim pengawas memutuskan untuk memperpanjang waktu pembahasan selama dua pekan hingga 13 Desember 2024. Sementara itu, putusan final diharapkan keluar pada 20 Desember 2024.

Penundaan ini terjadi karena mayoritas kreditur, termasuk PT Bank Maybank Indonesia Tbk, mengajukan keberatan terhadap agenda voting dengan alasan proposal homologasi yang diajukan oleh PBRX Group dinilai masih memerlukan perbaikan. PBRX Group mencakup beberapa entitas, yakni PT Pan Brothers Tbk, PT Eco Smart Gament Indonesia, PT Prima Sejati Sejahtera, dan PT Pancaprima Ekabrothers.

Kondisi Proses Sidang: Kreditur Belum Sepakat

Pada awal persidangan, hakim pengawas menanyakan kepada kuasa hukum Pan Brothers, Aji Wijaya, mengenai finalisasi proposal perdamaian. “Apakah proposal perdamaian sudah final sehingga agenda hari ini hanya untuk voting?” tanyanya. Menanggapi hal tersebut, Aji Wijaya menegaskan bahwa proposal perdamaian sudah final dan sidang hari itu difokuskan untuk agenda voting.

Namun, sidang diskors hingga pukul 14.00 WIB karena adanya panggilan dari Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto yang meminta pertemuan dengan manajemen Pan Brothers. Hal ini membuat beberapa kreditur semakin mendesak penundaan voting.

Menurut Billy, perwakilan SC Lowy, salah satu kreditur terbesar, mayoritas pemegang obligasi (bond holder) yang telah memberikan suara menolak proposal tersebut. Ia mengungkapkan, “Jika perusahaan memaksakan voting tanpa adanya kuorum, dampaknya akan sangat buruk. Pan Brothers bisa menghadapi kepailitan, yang berarti pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.”

SC Lowy: Bantu Negosiasi untuk Hindari Kepailitan

SC Lowy menekankan pentingnya diskusi lebih lanjut antara Pan Brothers dan para kreditur. Menurut Billy, situasi saat ini ibarat kapal pecah dengan banyak nakhoda yang saling tarik menarik. “Kami bersedia membantu negosiasi dengan bond holder untuk menghindari kebangkrutan Pan Brothers. Perusahaan perlu memanfaatkan waktu tambahan untuk mencari solusi terbaik,” jelasnya.

Billy juga mengimbau agar Pan Brothers tidak tergesa-gesa dalam mengagendakan voting. “Perpanjangan waktu 1-2 minggu sangat penting agar solusi optimal bisa dicapai. Pilihannya bukan hanya kepailitan, tetapi bagaimana menyelamatkan perusahaan ini dari krisis,” ujarnya.

Kuasa Hukum Pan Brothers Akui Tantangan Berat

Kuasa hukum Pan Brothers, Aji Wijaya, mengakui bahwa mayoritas bond holder memang menolak proposal homologasi. Namun, ia menegaskan bahwa pihak perusahaan tidak tinggal diam dan telah berkoordinasi dengan pemerintah. “Situasi ini mendapat perhatian langsung dari Menko Perekonomian. Karena itu, kami minta diskors untuk mengikuti pertemuan penting tersebut,” katanya.

Aji juga mengungkapkan bahwa Pan Brothers telah menawarkan proposal homologasi sejak 19 November 2024. Proposal tersebut dirancang sebagai solusi atas krisis keuangan yang telah melanda perusahaan sejak putusan PKPU pada Juni 2024.

Pentingnya Penyelesaian Damai Bagi Pan Brothers

Dengan pabrik yang tersebar di berbagai wilayah seperti Tangerang, Bandung, Boyolali, Sragen, Ungaran, dan Tasikmalaya, Pan Brothers memiliki peran besar dalam industri tekstil Indonesia. Kepailitan perusahaan ini dapat berdampak luas, termasuk pada puluhan ribu pekerja dan keluarga mereka.

“Pan Brothers adalah salah satu pilar penting dalam industri garmen. Kehancurannya bukan hanya persoalan korporasi, tetapi juga masalah sosial yang harus diantisipasi. Kami berharap semua pihak bersinergi demi penyelesaian terbaik,” tambah Billy.

Kelanjutan Sidang PKPU Pan Brothers

Sidang voting PKPU Pan Brothers dijadwalkan ulang pada 13 Desember 2024. Dalam dua pekan ke depan, perusahaan diharapkan dapat merevisi proposal homologasi dan mendapatkan persetujuan mayoritas kreditur. Dengan perpanjangan waktu ini, diharapkan solusi komprehensif dapat tercapai, menghindarkan Pan Brothers dari jurang kepailitan.

Profil Singkat Pan Brothers

Vice CEO Pan Brothers: Negara Harus Hadir untuk Ekosistem Industri Textil Demi Indonesia Emas 2045

Didirikan pada 21 Agustus 1980, PT Pan Brothers Tbk merupakan perusahaan tekstil yang memproduksi pakaian jadi. Berkantor pusat di Tangerang, perusahaan ini dikenal sebagai salah satu produsen tekstil terbesar di Indonesia dengan jaringan pabrik yang tersebar di beberapa kota strategis.

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version