BisnisPerdagangan & Industri

SIG-BRIN Kolaborasi Beton Hijau Tahan Sulfat untuk Pesisir

92
SIG-BRIN Kolaborasi Beton Hijau Tahan Sulfat untuk Pesisir
SIG dan BRIN kembangkan beton hijau tahan sulfat untuk kawasan pesisir, dukung pembangunan rendah karbon.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Upaya mendorong pembangunan infrastruktur berkelanjutan di kawasan pesisir terus diperkuat oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG.

Kali ini, SIG resmi menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam kerja sama strategis yang berfokus pada pengembangan teknologi beton hijau rendah karbon.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, bersama Kepala Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, Teguh Muttaqie, bertempat di Gedung The East, Jakarta, pada Rabu (30/4/2025).

Langkah ini mempertegas posisi SIG sebagai pelopor industri bahan bangunan ramah lingkungan yang tidak hanya fokus pada efisiensi energi, namun juga pada inovasi produk konstruksi berdaya tahan tinggi, khususnya untuk wilayah dengan kondisi ekstrem seperti pesisir dan laut.

Baca Juga: SIG Perkuat Peran Perempuan dalam Transformasi BUMN

Menjawab Tantangan Lingkungan Ekstrem Pesisir

Beton yang dikembangkan dalam kerja sama ini dirancang dengan ketahanan ekstra terhadap berbagai tantangan khas kawasan pesisir, seperti kadar sulfat tinggi, abrasi air laut, pasang surut, hingga korosi akibat paparan ion klorida.

Formulasi material baru akan melibatkan limbah industri seperti fly ash dan slag nikel yang diolah kembali sebagai komponen utama beton, tanpa mengorbankan kekuatan dan masa layan struktur.

“Beton ini akan memiliki densitas yang lebih tinggi, daya tahan lebih lama, serta memerlukan perawatan minimal.

Solusi ini ditujukan untuk pembangunan tanggul, pelabuhan, dan infrastruktur lainnya yang berada di zona pesisir,” ujar Teguh Muttaqie.

Baca Juga: WSBP Raup Kontrak Baru Rp295 M, Proyek Eksternal Dominan

Dekarbonisasi Melalui Teknologi Beton Rendah Emisi

Langkah SIG sejalan dengan strategi dekarbonisasi perusahaan yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.

Direktur Utama SIG, Donny Arsal, menjelaskan bahwa penggunaan bahan baku dan bahan bakar alternatif, optimalisasi energi, hingga adopsi energi terbarukan telah berhasil menurunkan emisi karbon hingga 38% dibandingkan produksi semen konvensional.

Keberhasilan tersebut kini dikembangkan lebih lanjut melalui kerja sama dengan BRIN untuk beton hijau, yang tidak hanya memenuhi standar kekuatan teknis, tetapi juga menekan dampak lingkungan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap inovasi SIG memberikan kontribusi nyata pada pembangunan berkelanjutan nasional, terutama dalam mendukung kebutuhan infrastruktur kawasan pesisir yang rentan,” kata Donny.

Baca Juga: SIG Raih Validasi Internasional, Gencarkan Dekarbonisasi di Industri Semen

Langkah Inovatif Dukung Visi Pembangunan Nasional

Inisiatif ini juga selaras dengan visi pembangunan jangka panjang yang digagas oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto, melalui Asta Cita yang menempatkan pengembangan infrastruktur sebagai prioritas utama.

Dengan luas garis pantai Indonesia yang mencapai lebih dari 99.000 km, kebutuhan akan struktur bangunan yang tahan lama dan ramah lingkungan semakin mendesak.

Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, Cuk Supriyadi Ali Nandar, mengapresiasi langkah SIG dan menyebut kolaborasi ini sebagai kontribusi langsung untuk melindungi garis pantai Indonesia dari abrasi.

“Beton hijau ini akan menjadi lapis lindung ekologis yang andal, sekaligus bukti bahwa teknologi bisa dikembangkan tanpa meninggalkan aspek keberlanjutan. Ini adalah bentuk tanggung jawab ilmiah terhadap masa depan negeri kepulauan seperti Indonesia,” ucap Cuk.

Riset Material dan Strategi Berbasis Keberlanjutan

Kolaborasi SIG dan BRIN bukanlah yang pertama. Keduanya telah menjalin kemitraan dalam berbagai riset terapan sebelumnya. Namun, fokus kali ini dinilai lebih krusial karena menyasar aspek teknis dan ekologis sekaligus.

Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, menekankan pentingnya menyiapkan produk beton yang tidak hanya tangguh dari sisi kekuatan, tapi juga dari sisi keberlanjutan, terutama untuk daerah-daerah pesisir yang kini menghadapi ancaman kenaikan permukaan air laut.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap solusi yang dikembangkan menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Dengan pendekatan ilmiah dari BRIN dan keahlian industri dari SIG, kami optimis mampu mempercepat ketersediaan produk beton yang kokoh sekaligus ramah lingkungan,” ujarnya.

Inovasi Berbasis Limbah Jadi Terobosan Baru

Pemanfaatan bahan sisa industri seperti fly ash dari pembakaran batu bara dan slag nikel dari industri pengolahan logam menjadi elemen kunci dalam pengembangan beton hijau ini.

Selain mengurangi limbah, pendekatan ini juga membantu menurunkan emisi karbon selama proses produksi.

Menurut Teguh Muttaqie, kombinasi formulasi tersebut akan menghasilkan desain beton baru yang sesuai untuk proyek-proyek kritikal di wilayah pesisir.

Beton konvensional memang dikenal memerlukan energi tinggi, dan dengan transisi ke beton hijau, diharapkan industri konstruksi ikut mengurangi jejak karbon secara signifikan.

“SIG telah menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan strategi bisnis dengan tanggung jawab lingkungan. Kami percaya, sinergi ini akan melahirkan solusi konkret untuk tantangan masa depan pembangunan di Indonesia,” kata Teguh.

Dengan semangat kolaborasi yang menyatukan riset dan praktik industri, SIG dan BRIN kini melangkah sebagai pionir dalam menciptakan infrastruktur pesisir yang tidak hanya kokoh, tapi juga berpihak pada bumi yang lebih lestari.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version