Nasional

SPAI Desak THR Wajib untuk Driver Online, Tak Hanya Sekadar Bantuan

113
SPAI Desak THR Wajib untuk Driver Online, Tak Hanya Sekadar Bantuan
SPAI mendesak pemerintah agar perusahaan platform membayar THR bagi driver online secara tunai dan bersifat wajib, bukan hanya sekadar bantuan.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) terus memperjuangkan hak pengemudi transportasi online terkait pemberian Tunjangan Hari Raya (THR). Dalam pertemuan dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pekan lalu, SPAI menegaskan bahwa THR harus dibayarkan dalam bentuk tunai dan bersifat wajib bagi seluruh driver online.

Ketua SPAI, Lily Pujiati, menyoroti bahwa selama ini banyak perusahaan platform menghindari kewajiban dengan mengganti istilah THR menjadi Bantuan Hari Raya (BHR), Tali Kasih Hari Raya, atau bentuk lainnya. Menurutnya, hal ini merugikan para pengemudi transportasi online, terutama di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok menjelang hari raya.

SPAI Desak THR dalam Bentuk Tunai

Dalam tuntutannya, SPAI menekankan bahwa THR bukanlah sekadar bentuk apresiasi atau bantuan, melainkan hak yang seharusnya diterima para pekerja.

“Kami mendesak pemerintah agar perusahaan platform wajib membayarkan THR dalam bentuk tunai, bukan berupa barang atau bingkisan lebaran,” ujar Lily Pujiati, Jumat (28/2).

SPAI menilai bahwa perusahaan platform harus tunduk pada regulasi ketenagakerjaan dan memberikan kepastian hukum bagi para pengemudi, baik ojek online (ojol), taksi online (taksol), maupun kurir.

THR Wajib bagi Pengemudi, Termasuk yang Sudah Putus Mitra

Selain mendesak THR yang bersifat wajib, SPAI juga menyoroti nasib pengemudi yang telah diputus kemitraannya oleh platform. Mereka tetap berhak atas THR, mengingat mereka tidak menerima pesangon sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Bagi kami, THR ini adalah hak kami sebagai pekerja, bukan mitra. Apalagi di saat harga kebutuhan pokok naik, THR sangat membantu dalam mempersiapkan biaya mudik dan kebutuhan lainnya,” tegas Lily.

Lily juga mengungkapkan bahwa ada praktik tidak adil di mana saldo yang masih mengendap di akun pengemudi yang telah diputus mitra otomatis hangus. Dana tersebut sering kali diambil oleh platform dengan dalih denda, padahal seharusnya merupakan hak pengemudi.

Harapan SPAI terhadap Pemerintah dan Perusahaan Platform

SPAI berharap agar pemerintah, khususnya Kemnaker, segera merilis regulasi yang mengatur kewajiban pemberian THR bagi driver online. Tanpa regulasi yang jelas, perusahaan platform dapat terus menghindari kewajiban mereka dengan berbagai cara.

Selain itu, SPAI juga mendesak perusahaan platform untuk lebih transparan dalam mekanisme pemberian THR. Banyak pengemudi merasa bahwa skema insentif atau bantuan yang diberikan selama ini tidak setara dengan THR yang seharusnya mereka terima.

Perjuangan THR bagi Driver Online Masih Berlanjut

Dengan meningkatnya tekanan dari SPAI, bola kini berada di tangan pemerintah dan perusahaan platform. Jika tuntutan ini dikabulkan, maka para driver online akan mendapatkan hak mereka sebagai pekerja, bukan hanya sekadar mitra tanpa kepastian.

Regulasi yang jelas terkait THR bagi pengemudi transportasi online tidak hanya akan memberikan kepastian hukum, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan mereka, terutama di momen menjelang hari raya.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version