Strategi Perombakan Nominal Saham Demi Memperluas Basis Investor
JAKARTA, BursaNusantara.com – Eksklusivitas harga saham yang menyentuh level puluhan ribu rupiah sering kali menjadi hambatan utama bagi terciptanya volume perdagangan harian yang dinamis.
Fenomena ini mendorong manajemen PT Dian Swastatika Sentosa Tbk untuk mengambil langkah agresif dalam merombak struktur nilai nominal saham mereka di pasar modal.
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Rabu, 11 Maret 2026, secara resmi menyetujui rencana pemecahan nilai nominal saham atau Stock Split DSSA.
Rasio yang ditetapkan dalam aksi korporasi ini mencapai satu banding dua puluh lima guna mendorong keterjangkauan harga bagi masyarakat luas.
Presiden Direktur DSSA, L Krisnan Cahya, mengungkapkan bahwa rencana ini merupakan bagian dari visi jangka panjang perseroan untuk masa depan.
Manajemen berharap langkah tersebut dapat menjadikan saham perusahaan lebih terjangkau bagi para pemodal tanpa mengubah nilai ekonomi kepemilikan.
Mengapa DSSA Memilih Rasio Agresif 1:25 Sekarang?
Pihak perseroan menargetkan basis investor yang lebih luas untuk mendorong penguatan praktik tata kelola perusahaan yang lebih baik.
Berdasarkan keterbukaan informasi, peningkatan tanggung jawab dan akuntabilitas sebagai perusahaan terbuka menjadi fokus utama di balik keputusan strategis ini.
Pihak manajemen memproyeksikan harga saham yang saat ini berada di level Rp94.000 akan bergeser ke kisaran Rp3.750 per lembar.
Jumlah saham beredar juga akan mengalami peningkatan drastis dari semula 7.705.523.200 saham menjadi 192.638.080.000 saham.
Krisnan Cahya menegaskan bahwa penyesuaian jumlah lembar saham ini dilakukan secara proporsional sehingga tidak mengubah hak suara pemegang saham.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan volume perdagangan harian yang lebih dinamis serta memberikan persepsi pasar yang lebih positif.
Perubahan Jadwal: Kapan Investor Harus Bersiap?
Perseroan telah menetapkan linimasa pelaksanaan aksi korporasi ini agar para pelaku pasar dapat melakukan penyesuaian portofolio secara tepat.
Perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi dijadwalkan berakhir pada 6 April 2026.
Perdagangan saham dengan nilai nominal baru hasil Stock Split DSSA akan dimulai secara resmi pada tanggal 7 April 2026.
Transisi ini diharapkan dapat memacu likuiditas transaksi saham perseroan di Bursa Efek Indonesia seiring dengan meningkatnya minat beli ritel.
Manajemen terus memantau proses administratif guna memastikan seluruh tahapan penyesuaian jumlah lembar saham berjalan sesuai regulasi yang berlaku.
Investor disarankan untuk mencermati jadwal tersebut guna menghindari kendala teknis saat melakukan eksekusi transaksi pada periode pergantian nominal.
Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












