AgrobisnisBisnisHeadline

Stok Beras RI Pecah Rekor, Ekspor Perdana Dibuka Setelah 40 Tahun

588
Stok Beras RI Pecah Rekor, Ekspor Perdana Dibuka Setelah 40 Tahun
Stok beras nasional tembus 4 juta ton, pemerintah buka ekspor perdana ke Malaysia setelah 40 tahun.

Ekspor Beras Indonesia Kembali Dibuka, Target Perdana 2.000 Ton per Bulan

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pemerintah akhirnya kembali membuka keran ekspor beras setelah 40 tahun, menyusul rekor tertinggi stok beras nasional yang kini menembus 4.001.059 ton. Kebijakan ini ditandai dengan rencana ekspor perdana ke Malaysia.

Volume ekspor yang disepakati mencapai 2.000 ton per bulan, atau setara 24.000 ton per tahun. Ekspor akan dimulai dari Kalimantan Barat, sebagai wilayah terdekat ke Malaysia.

Momentum Surplus, RI Siap Kirim Beras ke Negara ASEAN

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut ekspor ini bersifat business to business, bukan penugasan negara. Artinya, pelaku usaha bebas menentukan jenis beras yang dikirim, baik medium maupun premium.

“Pengiriman dari Kalimantan Barat, tapi lokasi asal beras tak dibatasi,” ujarnya dalam acara syukuran cadangan beras pemerintah (CBP) di Jakarta, Jumat (30/5).

Amran bahkan membuka peluang ekspor ke negara ASEAN lain yang membutuhkan pasokan, selama perusahaan Indonesia siap menyuplai.

Malaysia Butuh, Indonesia Punya

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengonfirmasi bahwa komunikasi bisnis dengan pengusaha Malaysia telah dilakukan. Negeri Jiran menyatakan kebutuhan tetap sebesar 2.000 ton per bulan.

Besaran ini bisa saja berubah mengikuti kapasitas pasokan dari Indonesia. Namun sejauh ini, Malaysia menjadi mitra ekspor utama yang paling siap menyerap.

Kembali ke Jalur Eksportir, Setelah 40 Tahun Absen

Ekspor beras Indonesia terakhir dilakukan pada tahun 1985 dengan volume 106.000 ton. Setahun setelahnya meningkat menjadi 231.000 ton, yang tercatat sebagai rekor tertinggi ekspor beras RI sepanjang sejarah.

Setelah itu, Indonesia beralih menjadi negara importir karena pasokan domestik tak mampu memenuhi kebutuhan nasional. Kini dengan surplus beras yang melimpah, ekspor kembali menjadi pilihan strategis.

Bulog Serap 2,4 Juta Ton, Naik 400 Persen

Rekor stok beras nasional yang kini mencapai 4 juta ton tidak terlepas dari peningkatan masif penyerapan gabah oleh Perum Bulog.

Hingga akhir Mei 2025, Bulog telah menyerap lebih dari 2,4 juta ton beras lokal.

Angka ini naik lebih dari 400 persen dibandingkan rata-rata penyerapan lima tahun terakhir yang hanya 1,2 juta ton untuk periode yang sama.

Dengan stok yang terjamin dan harga domestik yang stabil, pemerintah meyakini ekspor tidak akan mengganggu ketersediaan pangan dalam negeri, sekaligus membuka peluang ekonomi baru dari sektor pertanian.

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version