Geser Kebawah
PasarSaham

Strategi Baru Telkom: Bisnis Digital Jadi Kunci Kebangkitan TLKM

272
×

Strategi Baru Telkom: Bisnis Digital Jadi Kunci Kebangkitan TLKM

Sebarkan artikel ini
strategi baru telkom bisnis digital jadi kunci kebangkitan tlkm kompres
Saham TLKM anjlok 23% sepanjang 2024. Untuk bangkit, Telkom harus lepas ketergantungan pada Telkomsel dan memaksimalkan potensi bisnis digital dan data center.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menghadapi tantangan berat di 2024. Penurunannya mencapai 23% sepanjang tahun, dari Rp 3.990 menjadi Rp 2.710 di akhir tahun. Performa ini jauh tertinggal dibandingkan PT Indosat Tbk (ISAT) yang hanya turun 5,8% dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang justru naik 12,5%.

Menurut Sabrina, Equity Research dari Trimegah Sekuritas, kemerosotan TLKM disebabkan oleh ketergantungan yang masih besar pada Telkomsel sebagai kontributor utama pendapatan, mencapai 60%. Pendapatan dari sektor digital, data center, dan layanan internasional belum cukup signifikan untuk menopang kinerja.

Sponsor
Iklan

“Pendapatan TLKM hanya tumbuh 0,9% hingga September 2024. Laba bersihnya bahkan turun 9,4%, dan EBITDA terpangkas 4,1%,” ungkap Sabrina.

Fokus pada Diversifikasi Pendapatan

Telkom sebenarnya telah berusaha masuk ke sektor bisnis digital dan data center, tetapi implementasinya dinilai terlambat. Proyek data center yang dimulai pada 2022 belum memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan.

Sabrina mencatat bahwa saat ini Telkom perlu fokus pada:

  1. Diversifikasi Pendapatan: Anak usaha seperti Telkom Metra dan Telkom Sigma harus mulai memasarkan layanan di luar grup Telkom.
  2. Efisiensi Operasional: Optimalisasi aset dan peningkatan profitabilitas bisnis non-seluler menjadi prioritas.
  3. Fokus pada Bisnis Digital: Data center, layanan FMC (Fixed-Mobile Convergence), dan sektor wholesale harus dimaksimalkan untuk mendukung pertumbuhan pendapatan.

“Kami melihat potensi besar di bisnis digital TLKM, tetapi realisasinya masih sangat lambat. Jika Telkom tak segera bergerak, peluang ini akan hilang,” tambah Sabrina.

Langkah Telkom di 2025

Manajemen Telkom berencana meningkatkan tarif layanan hingga 10% untuk menggenjot pendapatan. Namun, langkah ini harus dibarengi dengan strategi yang efektif untuk mempertahankan pelanggan dan mencegah penurunan volume layanan.

Selain itu, Telkom perlu mempercepat pembangunan data center sebagai tulang punggung bisnis digital. Kompetisi harga layanan data seluler yang ketat juga harus diimbangi dengan inovasi layanan dan efisiensi biaya.

“Jika Telkom ingin bangkit, mereka harus berani mengambil langkah besar untuk memperkuat bisnis digital dan tidak hanya bergantung pada Telkomsel,” kata Sabrina.

Harapan Investor

Meski 2024 menjadi tahun sulit bagi Telkom, banyak investor percaya TLKM masih memiliki potensi besar. Dengan jaringan telekomunikasi terbesar di Indonesia dan teknologi terdepan, Telkom hanya perlu memaksimalkan asetnya untuk mendorong pertumbuhan.

Apakah 2025 akan menjadi tahun kebangkitan TLKM? Semua tergantung pada strategi manajemen dalam mengelola potensi bisnis non-seluler.


Bagaimana pendapat Anda? Apakah Telkom mampu menjawab tantangan ini? Komentar dan diskusikan di sini!

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.