CLEO Incar Net Zero Emission: Tambah Kapasitas PLTS dan 3 Pabrik Baru di 2026
SURABAYA – Emiten produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), semakin agresif memperkuat pilar keberlanjutan bisnisnya.
Memasuki awal tahun 2026, perseroan menegaskan komitmennya menuju net zero emission melalui pemanfaatan energi terbarukan dan langkah konservasi lingkungan yang masif.
Investasi Hijau: PLTS 8 MWp dan Pengurangan Emisi CO2
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang, CLEO terus melengkapi fasilitas produksinya dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Sepanjang periode 2022-2025, perseroan mencatat produksi listrik dari PLTS sebesar 19.333.161 kWH yang berdampak langsung pada pengurangan emisi sebesar 15.948 ton CO2.
“Perseroan terus mengedepankan langkah keberlanjutan, salah satunya dengan melengkapi pabrik-pabrik milik Perseroan dengan PLTS,” ungkap CEO Sariguna Primatirta, Melisa Patricia, Senin (26/1).
Pada awal 2026, penambahan satu pabrik baru dengan fasilitas PLTS akan menggenapkan total kapasitas terpasang perseroan menjadi 8 MWp.
Aksi Lingkungan: Dari Mangrove hingga Kebijakan Bebas Plastik di Bali
Komitmen lingkungan CLEO tidak hanya berhenti di sektor energi. Hingga tahun 2025, perseroan telah menanam 136.330 pohon, mayoritas berupa pohon bakau, yang mampu menyerap sekitar 1.826 ton CO2e.
Selain itu, perseroan proaktif mendukung regulasi lingkungan di daerah, seperti:
- Gerakan #LangkahMurni: Melakukan aksi bersih pantai, termasuk di Pantai Kedonganan, Bali pada 10 Januari lalu untuk mengurangi sampah plastik.
- Kepatuhan Regulasi Bali: Menyesuaikan fasilitas produksi di Bali dengan hanya memasarkan produk di atas 1 liter, seperti Cleo Praktis 1 Liter dan Cleo Eco Lite, guna menekan penggunaan plastik sekali pakai.
Kinerja Keuangan Tangguh dan Ekspansi Masif
Di tengah fokus keberlanjutan, CLEO tetap menunjukkan taringnya dalam performa pasar. Hingga Kuartal III-2025, perseroan membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 6% (YoY) mencapai Rp2,09 triliun, melampaui rata-rata industri yang berada di angka 5%.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, perseroan yang saat ini memiliki 32 pabrik berencana mengoperasikan tiga pabrik baru di tahun 2026 yang berlokasi di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru.
Ekspansi ini merupakan bagian dari strategi proaktif perseroan dalam menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pelanggan di berbagai wilayah potensial.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.










