Geser Kebawah
Aksi KorporasiHeadlinePasar

Strategi DEWA 2026: Rights Issue & Alat Berat Listrik!

364
×

Strategi DEWA 2026: Rights Issue & Alat Berat Listrik!

Sebarkan artikel ini
Strategi DEWA 2026 Rights Issue & Alat Berat Listrik!
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) siap ekspansi agresif di 2026. Fokus pada alat berat ramah lingkungan dan rencana Rights Issue untuk perkuat modal. Cek selengkapnya!

Transformasi Hijau & Rights Issue: Strategi Agresif DEWA di 2026

JAKARTA – Emiten kontraktor pertambangan raksasa, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), menatap tahun 2026 dengan optimisme tinggi.

Pasca sukses melakukan transformasi bisnis menyeluruh di tahun 2025, perusahaan kini bersiap memacu mesin pertumbuhan melalui digitalisasi operasional dan penguatan struktur permodalan.

Sponsor
Iklan

Modal Kuat Hasil Transformasi 2025

Direktur PT Darma Henwa Tbk, Ricardo Silaen, menegaskan bahwa efisiensi yang diraih tahun lalu menjadi fondasi kokoh bagi perseroan.

“Transformasi 2025 adalah modal utama kami untuk meningkatkan daya saing. Kami kini lebih ramping, gesit, dan siap menghadapi volatilitas pasar energi global,” ujar Ricardo dalam keterangannya.

Revolusi Hijau: Adopsi Alat Berat Listrik & Hybrid

Menjawab tantangan transisi energi, DEWA melakukan langkah berani dengan beralih ke teknologi ramah lingkungan. Perseroan mulai memperbarui armada dengan alat berat berbasis hybrid dan listrik.

Langkah ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan strategi strategis untuk:

  • Menekan biaya bahan bakar jangka panjang.
  • Mengurangi jejak karbon operasional.
  • Memenuhi standar ESG (Environmental, Social, and Governance) yang kian ketat di industri pertambangan global.

Incar Proyek Baru, Sinyal Rights Issue Menguat

Tahun 2026 akan menjadi tahun ekspansi agresif bagi DEWA. Dengan target kontrak di berbagai proyek tambang baru, kebutuhan belanja modal (capex) dipastikan melonjak.

Untuk mendukung ambisi tersebut, manajemen tengah menggodok skema pendanaan yang komprehensif.

Selain mengandalkan kas internal, Ricardo mengungkapkan bahwa perseroan mempertimbangkan serius untuk mencari “dana segar” dari pasar modal melalui mekanisme Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Rights Issue.

Menghadapi Tantangan dengan Permodalan Kokoh

Meskipun harga komoditas diprediksi masih fluktuatif, DEWA meyakini permintaan jasa tambang terintegrasi tetap tinggi.

Rencana rights issue diharapkan mampu memperkuat struktur ekuitas perusahaan, sehingga DEWA memiliki kapasitas finansial yang mumpuni untuk mengeksekusi proyek strategis berskala besar.

Dengan kombinasi teknologi hijau dan penguatan modal, PT Darma Henwa Tbk bertekad mempertahankan posisinya sebagai pemain utama yang adaptif dalam industri jasa pertambangan nasional.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.