Geser Kebawah
KeuanganMultifinance

Strategi Perusahaan Gadai Hadapi Lonjakan Permintaan Ramadan

102
×

Strategi Perusahaan Gadai Hadapi Lonjakan Permintaan Ramadan

Sebarkan artikel ini
Strategi Perusahaan Gadai Hadapi Lonjakan Permintaan Ramadan
Perusahaan gadai menyiapkan strategi menghadapi lonjakan permintaan gadai emas saat Ramadan dan Lebaran 2025.

Tren Gadai Emas di Ramadan 2025

JAKARTA, BursaNusantara.com – Menjelang Ramadan dan Lebaran 2025, industri gadai emas di Indonesia menghadapi lonjakan permintaan yang signifikan. Sejumlah perusahaan, termasuk PT Pegadaian dan perusahaan swasta seperti PT Budi Gadai Indonesia, telah menyiapkan strategi untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis di tengah peningkatan transaksi gadai dan penebusan emas.

Secara historikal, tren gadai emas jelang Ramadan dan Lebaran cenderung menurun 2%-3% akibat meningkatnya penebusan emas oleh masyarakat. Namun, pola ini berubah pada 2024 dan diperkirakan berlanjut di 2025, didorong oleh program loyalitas dan promosi yang menarik minat pelanggan untuk tetap melakukan gadai emas.

Sponsor
Iklan

Strategi Pegadaian Menghadapi Ramadan 2025

1. Peningkatan Customer Retention dan Acquisition

Direktur Keuangan, Perencanaan Strategis, dan Manajemen Risiko Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, menyampaikan bahwa perusahaan telah merumuskan strategi untuk menjaga pertumbuhan gadai emas di tengah potensi penurunan akibat peningkatan penebusan emas.

“Kami telah melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh pimpinan wilayah untuk membahas strategi quick win guna mengantisipasi potensi penurunan gadai emas selama Ramadan dan Lebaran,” ujar Ferdian kepada Kontan, Senin (3/3).

Untuk mempertahankan transaksi gadai, Pegadaian menerapkan strategi customer retention, seperti pemberian diskon, cashback, serta promo loyalitas kepada pelanggan setia. Langkah ini terbukti efektif pada tahun sebelumnya dan diproyeksikan terus berlanjut pada Ramadan 2025.

2. Momentum Kenaikan Harga Emas

Sepanjang 2024 hingga awal 2025, harga emas terus mengalami kenaikan, yang turut mendorong peningkatan transaksi gadai emas. Pegadaian memanfaatkan tren ini dengan memperkuat layanan gadai berbasis emas sebagai andalan bisnisnya. Hingga Januari 2025, penyaluran kredit berbasis emas mencapai Rp 23 triliun, tumbuh 36% YoY, sementara outstanding loan (OSL) pembiayaan emas mencapai Rp 73,7 triliun, atau naik 34,2% YoY.

Selain itu, Pegadaian menargetkan komposisi portofolio gadai berbasis emas tetap dominan, dengan porsi 85% gadai dan 15% non-gadai. Strategi ekspansi ini sejalan dengan visi Pegadaian sebagai Bullion Bank dalam ekosistem emas nasional.

3. Digitalisasi Layanan dan Sinergi Holding Ultra Mikro

Untuk meningkatkan daya saing, Pegadaian juga mempercepat digitalisasi layanan, memungkinkan pelanggan mengakses layanan gadai secara online. Selain itu, sinergi dengan holding Ultra Mikro bersama BRI dan Galeri 24 diharapkan semakin memperkuat bisnis emas nasional.

Peran Gadai Emas dalam Kebutuhan Masyarakat

1. Gadai Emas sebagai Solusi Dana Cepat

PT Budi Gadai Indonesia, salah satu perusahaan pergadaian swasta asal Sumatera Utara, melaporkan bahwa permintaan gadai emas menjelang hari raya meningkat secara signifikan. Direktur PT Budi Gadai Indonesia, Budiarto Sembiring, menjelaskan bahwa masyarakat membutuhkan dana cepat untuk persiapan hari raya, menjadikan emas sebagai pilihan utama jaminan.

“Pembiayaan gadai emas cenderung meningkat selama Ramadan dan menjelang Lebaran karena prosesnya yang mudah dan cepat, serta nilainya yang stabil,” ujar Budiarto kepada Kontan, Senin (3/3).

Meski demikian, Budi Gadai Indonesia tidak menetapkan target khusus untuk periode Ramadan, melainkan bersifat responsif terhadap kebutuhan pasar. Pada Januari 2025, perusahaan mencatat pembiayaan emas sebesar Rp 5 miliar, meningkat dari Rp 3,3 miliar pada tahun sebelumnya.

2. Pengaruh Ekonomi dan Digitalisasi

Manajer Eksekutif Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI), Guladi, menyatakan bahwa tren jual beli online yang semakin marak serta kondisi ekonomi yang melemah membuat dampak Ramadan terhadap bisnis gadai emas tidak sebesar yang diharapkan.

Dari 194 perusahaan gadai yang berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hanya sekitar 10% yang secara khusus menerima emas sebagai jaminan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan permintaan gadai emas selama Ramadan memiliki dampak yang terbatas secara industri.

“Kenaikan pinjaman dengan jaminan emas diperkirakan hanya sekitar 9%, yang masih dalam batas wajar,” jelas Guladi.

Prospek Gadai Emas Pasca Ramadan

Setelah momentum Ramadan dan Lebaran, permintaan gadai emas diperkirakan kembali stabil, seiring dengan pola konsumsi masyarakat yang beralih ke kebutuhan sehari-hari. Namun, dengan strategi yang tepat, perusahaan gadai dapat mempertahankan kinerja positif mereka.

Pegadaian dan perusahaan gadai swasta akan terus memperkuat ekspansi layanan serta meningkatkan efisiensi operasional guna menjaga daya saing di industri ini. Inovasi digital dan program loyalitas pelanggan menjadi kunci utama dalam mempertahankan pertumbuhan bisnis gadai emas di Indonesia.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru