LPS Buka Sinyal Pelonggaran Suku Bunga Simpanan
JAKARTA, BursaNusantara.com – Pelonggaran suku bunga acuan oleh Bank Indonesia membuka ruang bagi suku bunga pasar (SBP) simpanan untuk bergerak turun.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencermati bahwa kondisi likuiditas perbankan yang masih terjaga serta arah kebijakan penyaluran kredit memberi pengaruh besar terhadap arah pergerakan bunga simpanan ke depan.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan hal ini dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (27/5).
Ia menekankan bahwa meskipun tren SBP cenderung stabil, tetap ada potensi koreksi seiring dengan evaluasi lanjutan pasca penyesuaian suku bunga penjaminan Januari 2025.
SBP Rupiah Bergerak Terbatas, Valas Lebih Dinamis
Hasil observasi LPS pada Mei 2025 menunjukkan bahwa SBP simpanan rupiah naik tipis sebesar 3 basis poin menjadi 3,56%, dibandingkan posisi pada Januari 2025. Pergerakan ini dinilai masih dalam rentang yang wajar.
Sementara itu, dinamika lebih kuat terjadi pada SBP simpanan valuta asing (valas), yang naik 11 basis poin menjadi 2,17% pada periode yang sama.
“Perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed, serta kondisi likuiditas bank domestik, akan terus menjadi variabel kunci dalam menentukan arah bunga simpanan valas,” ujar Purbaya.
LPS menyatakan akan terus memantau tren suku bunga simpanan baik dalam rupiah maupun valas, untuk memastikan stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika kebijakan moneter global dan domestik.












