AsuransiKeuangan

Tantangan Berat Industri Asuransi Umum di 2025, Potensi Pertumbuhan Terhambat

231
Tantangan Berat Industri Asuransi Umum Di 2025 Potensi Pertumbuhan Terhambat
Industri asuransi umum di 2025 menghadapi tantangan besar, dari regulasi hingga ketidakpastian ekonomi. Peluang pertumbuhan pun diprediksi stagnan.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memperkirakan kinerja industri asuransi umum tahun ini sulit mencapai pertumbuhan double digit. Banyak tantangan yang dihadapi sektor ini pada 2025, mulai dari regulasi baru, perlambatan ekonomi, hingga meningkatnya risiko bencana alam.

Regulasi dan Ekonomi Menjadi Tantangan Utama

Implementasi PSAK 117 dan Dampaknya

Ketua Umum AAUI, Budi Herawan, menyampaikan bahwa penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 menjadi salah satu kendala utama yang berpotensi menghambat pertumbuhan industri asuransi umum.

“Berat, kalau hasilnya sama seperti tahun sebelumnya, itu saja sudah bagus. Mungkin pertumbuhannya di bawah double digit,” ungkapnya dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu (5/3).

Selain regulasi PSAK 117, tantangan lain yang dihadapi industri asuransi umum mencakup tekanan terhadap aktivitas ekspor, potensi pemutusan hubungan kerja (PHK), serta ketidakpastian kondisi ekonomi global dan domestik.

Dampak Ketidakpastian Ekonomi Global dan Domestik

Marketing Director PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI), Linggawati Tok, menyoroti bahwa faktor ketidakpastian ekonomi akan mempengaruhi daya beli masyarakat, yang berdampak langsung pada penurunan permintaan produk asuransi.

“Dari dalam negeri, kita dihadapkan pada kenyataan makin banyak industri yang tutup dan meningkatnya PHK. Ini tentu menurunkan daya beli masyarakat. Ditambah dengan inflasi dan penurunan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS,” kata Linggawati kepada Kontan, Jumat (7/3).

Persaingan Ketat dan Risiko Bencana Meningkat

Persyaratan Ekuitas Minimum dan Kompetisi Antar Perusahaan

Persaingan di industri asuransi umum semakin ketat, terutama dengan adanya persyaratan ekuitas minimum yang harus dipenuhi pada 2026 dan 2028. Linggawati menyebutkan bahwa banyak perusahaan asuransi akan berusaha meningkatkan premi untuk memenuhi standar ini.

“Perusahaan asuransi harus mencari cara agar tetap kompetitif di tengah ketatnya persaingan dan persyaratan modal minimum,” tambahnya.

Tantangan Berat Industri Asuransi Umum di 2025, Potensi Pertumbuhan Terhambat

Risiko Bencana Alam yang Meningkat

Industri asuransi juga dihadapkan pada tantangan dari meningkatnya frekuensi bencana alam, seperti banjir dan gempa bumi. Risiko ini dapat meningkatkan jumlah klaim dan berpotensi mengganggu stabilitas keuangan perusahaan asuransi.

“Peningkatan klaim akibat bencana alam tentu menjadi perhatian serius bagi perusahaan asuransi dalam menjaga keseimbangan keuangan,” jelas Linggawati.

Inovasi dan Digitalisasi Sebagai Solusi

Asuransi Mikro Sebagai Peluang Baru

Dalam menghadapi tantangan ini, Budi Herawan mendorong perusahaan asuransi untuk mencari inovasi baru, salah satunya melalui pengembangan produk asuransi mikro.

“Kami tengah melakukan penjajakan dengan Kementerian Koperasi untuk mendukung produk asuransi mikro, khususnya bagi UMKM dan pengrajin. Ini bisa menjadi peluang baru meskipun kontribusinya terhadap total premi masih kecil,” ungkapnya.

Digitalisasi Menjadi Kunci Persaingan

Selain inovasi produk, digitalisasi layanan juga menjadi faktor penting dalam memenangkan persaingan pasar. Perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan layanan digital menuntut perusahaan asuransi untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan.

“Kecepatan layanan dan pengalaman digital yang lebih baik menjadi tantangan baru yang harus dihadapi industri asuransi,” tambah Linggawati.

Prospek Industri Asuransi di 2025

Pada 2024, pendapatan premi industri asuransi umum tercatat sebesar Rp 112,86 triliun, tumbuh 8,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 103,87 triliun. Sementara itu, klaim yang dibayarkan mencapai Rp 49,9 triliun, naik 8,5% dari tahun sebelumnya.

Meski demikian, dengan berbagai tantangan yang dihadapi, industri asuransi umum di 2025 diperkirakan sulit mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi. Pelaku industri diharapkan mampu beradaptasi dengan situasi yang ada, baik melalui inovasi produk maupun optimalisasi digitalisasi, agar tetap bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version