Jakarta, Bursa Nusantara Official – Pemerintah Indonesia menetapkan target ambisius untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2025 sebesar Rp 300 triliun. Target ini ditujukan untuk memperluas jangkauan pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Optimalisasi Program KUR
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen melanjutkan program KUR dengan target yang lebih tinggi untuk menjangkau lebih banyak UMKM. Dengan target ini, pemerintah berharap dapat mencetak lebih dari 2 juta debitur KUR baru dan meningkatkan status 1 juta debitur KUR yang bergraduasi menjadi pelaku usaha dengan kapasitas lebih besar.
“Pendampingan debitur KUR akan membantu mereka naik kelas, baik dari sisi kapasitas usaha maupun akses pembiayaan,” ujar Airlangga dalam pernyataan resminya.
Penguatan Ekosistem KUR
Pemerintah telah menetapkan langkah strategis untuk mengoptimalkan pelaksanaan KUR pada 2025:
- Penataan Kelembagaan: Penguatan sekretariat komite di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk mendukung kelancaran program KUR.
- Revisi Regulasi: Penyusunan ulang pedoman pelaksanaan KUR agar lebih relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM.
- Program Ketahanan Pangan: Dukungan Kredit Usaha Alsintan (alat dan mesin pertanian) untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
- Dukungan Pekerja Migran Indonesia (PMI): Perluasan akses KUR bagi PMI melalui skema linkage dan partisipasi lembaga keuangan yang lebih luas.
- Pembiayaan Padat Karya: Penyediaan kredit investasi untuk sektor-sektor yang menyerap banyak tenaga kerja.
Realisasi Penyaluran KUR 2024
Hingga 23 Desember 2024, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp 280,28 triliun atau 100,10% dari target tahunan. Angka ini tumbuh 7,8% secara tahunan (yoy) dengan total 4,92 juta debitur. Dari total penyaluran tersebut, 57,8% dialokasikan untuk sektor produksi, menegaskan peran KUR dalam mendukung sektor riil.
Selain itu, kualitas penyaluran KUR tetap terjaga dengan tingkat kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) sebesar 2,19%, di bawah rata-rata nasional sebesar 2,21%.
Capaian Debitur Baru dan Graduasi
Program KUR 2024 berhasil mencatat pencapaian signifikan:
- Debitur Baru: Sebanyak 2,52 juta debitur baru berhasil diraih, melampaui target sebesar 107,65%.
- Graduasi Debitur: Sebanyak 1,3 juta debitur berhasil naik kelas, atau 111,24% dari target.
Arah Kebijakan 2025
Dengan target Rp 300 triliun pada 2025, pemerintah optimistis dapat memperluas akses pembiayaan, mendorong UMKM naik kelas, dan menggerakkan sektor riil. Program ini diharapkan mampu menciptakan multiplier effect yang signifikan terhadap perekonomian, khususnya dalam menghadapi tantangan global dan domestik.










