JAKARTA, BursaNusantara.com – PT TASPEN (Persero) menilai pasar saham Indonesia masih menyimpan peluang menjanjikan untuk penempatan investasi pada 2025, meski dinamika global masih penuh ketidakpastian.
Volatilitas Pasar Masih Jadi Tantangan
Corporate Secretary TASPEN, Henra, menjelaskan hingga Maret 2025 ini pasar saham masih dibayangi volatilitas tinggi. Hal tersebut didorong oleh berbagai faktor eksternal, seperti perlambatan ekonomi global, ketidakpastian arah kebijakan ekonomi, serta meningkatnya tensi geopolitik.
Katalis Positif Dinanti Investor
Henra menyebut, jika situasi global membaik—misalnya melalui pemangkasan suku bunga atau stimulus fiskal—pasar saham akan kembali dilirik sebagai instrumen investasi.
Baca Juga: Taspen Life Raup Laba Rp 130 Miliar di 2024, Premi Tumbuh 19,21%
“Jika volatilitas mereda dan ada katalis positif, saham tetap layak untuk masuk dalam portofolio investasi tahun ini,” ujarnya kepada media.
Strategi Investasi TASPEN di Saham
Terkait strategi investasi, TASPEN tetap akan menyeleksi emiten secara ketat. Perusahaan hanya akan masuk ke saham yang memiliki valuasi menarik, prospek bisnis yang menjanjikan, serta historis membagikan dividen secara rutin.
Portofolio Saham Masih Kecil
Hingga akhir 2024, porsi penempatan investasi TASPEN di saham hanya sekitar 3% hingga 4% dari total portofolio konsolidasi yang bernilai sekitar Rp 350 triliun.
Sementara itu, mayoritas dana masih ditempatkan di instrumen pendapatan tetap dan deposito dengan proporsi 88% hingga 89%.
Baca Juga: Bank Mandiri Taspen Cairkan THR Pensiunan Mulai 17 Maret
Henra menegaskan bahwa saham tetap menjadi salah satu alat diversifikasi penting, terutama ketika prospek makroekonomi membaik di paruh kedua 2025.
Langkah selektif dan berhati-hati dalam memilih emiten menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan nilai investasi TASPEN di tengah ketidakpastian pasar.












