BisnisTelekomunikasi

Telkom Siap Bersaing dengan Starlink dan Amazon Kuiper di Pasar Satelit Indonesia

183
Telkom Siap Bersaing Dengan Starlink Dan Amazon Kuiper Di Pasar Satelit Indonesia
Telkom siap bersaing dengan Starlink dan Amazon Kuiper di pasar satelit internet Indonesia, mendukung digitalisasi dan akses internet di wilayah 3T.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom/TLKM), perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor telekomunikasi dan digital, menyatakan kesiapannya dalam menghadapi persaingan dengan perusahaan satelit internet asal Amerika Serikat (AS), yakni Starlink dan Amazon Kuiper, yang mulai masuk ke pasar Indonesia.

Persaingan di Pasar Satelit Internet Indonesia

Saat ini, dua penyedia layanan satelit internet berorbit rendah (LEO) global tengah berupaya menggarap pasar daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Indonesia. Starlink, milik Elon Musk, telah beroperasi sejak tahun lalu, sementara Amazon Kuiper, milik raksasa teknologi Amazon, sedang dalam tahap perizinan.

Vice President Corporate Communication Telkom, Andri Herawan, menegaskan bahwa masuknya pemain asing bukanlah ancaman bagi Telkom. Sebaliknya, mereka justru dapat mempercepat digitalisasi di Indonesia.

“Sama seperti Starlink kemarin, tidak ada masalah. Justru ini membantu mempercepat digitalisasi Indonesia,” ujar Andri dalam acara buka puasa bersama Telkom di Jakarta, dikutip Jumat (21/3/2025).

Menurut Andri, persaingan merupakan bagian dari bisnis yang harus dihadapi. Ia memastikan bahwa Telkom akan tetap kompetitif sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam layanan internet.

Strategi Telkom Menghadapi Kompetisi

Andri menegaskan bahwa kehadiran Starlink maupun Amazon Kuiper di wilayah 3T bukan masalah besar bagi Telkom. Perusahaan tetap memiliki peluang untuk memperluas jangkauan internet baik di wilayah terpencil maupun perkotaan.

“Mungkin mereka melihat pasar 3T masih banyak yang belum tergarap. Itu bisa menjadi strategi mereka. Namun, kami tetap siap bersaing,” tambahnya.

Telkom berkomitmen untuk meningkatkan layanan digitalnya dengan terus mengembangkan infrastruktur telekomunikasi nasional, termasuk layanan satelit yang sudah dimiliki sebelumnya.

Amazon Kuiper dan Rencana Ekspansi di Indonesia

Setelah kehadiran Starlink, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) kembali membuka pintu bagi Amazon Kuiper untuk berkolaborasi dalam memperluas konektivitas digital, khususnya di wilayah 3T.

Amazon Kuiper saat ini tengah mengajukan izin operasional di Indonesia, termasuk perizinan telekomunikasi dan hak penggunaan spektrum satelit.

“Kami menyambut baik komitmen Amazon Kuiper untuk mendukung konektivitas digital di Indonesia. Kami terbuka terhadap investasi dan teknologi baru yang bisa membantu memperluas akses internet,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam pertemuan dengan Amazon Kuiper di Jakarta, Selasa (17/3/2024).

Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat proses perizinan dan mendukung regulasi yang dapat memfasilitasi kerja sama antara sektor publik dan swasta.

Gonzalo de Dios, Global Head of Licensing and International Regulatory Affairs Amazon Kuiper, menegaskan bahwa pihaknya ingin bekerja sama dengan pemerintah dan mitra lokal untuk menyediakan akses internet yang lebih luas di Indonesia.

“Kami memahami bahwa konektivitas masih menjadi tantangan di banyak daerah terpencil. Oleh karena itu, kami ingin bekerja sama untuk menyediakan akses yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Gonzalo.

Tantangan dan Sorotan terhadap Kehadiran Starlink

Sementara itu, kehadiran Starlink di Indonesia terus menjadi perhatian berbagai pemangku kepentingan. PT Bahar Konsultan Indonesia (Bahar) dan PT Alita Praya Mitra (Alita) menilai bahwa kehadiran Starlink dapat melengkapi infrastruktur jaringan yang sudah ada. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa persaingan harus tetap sehat dan diatur dengan regulasi yang jelas.

“Satelit LEO akan melengkapi jaringan telekomunikasi, tetapi regulasi harus disesuaikan agar persaingan tetap adil dan industri bisa berkembang secara berkelanjutan,” ujar Managing Partner Bahar, Wahyuni Bahar.

Direktur Utama Alita Praya Mitra, Teguh Prasetya, juga menyoroti pentingnya kebijakan yang adaptif untuk mengakomodasi model bisnis baru dalam industri telekomunikasi.

Dengan persaingan yang semakin ketat, kehadiran pemain global seperti Starlink dan Amazon Kuiper diprediksi akan mempercepat transformasi digital di Indonesia, sekaligus memberikan lebih banyak pilihan layanan internet bagi masyarakat di berbagai wilayah.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version