Langkah Strategis PT Olive Power Invest Ambil Alih Kendali OLIV
JAKARTA, BursaNusantara.com – Struktur kepemilikan saham PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV) kini memasuki babak baru yang memaksa pemegang saham publik untuk segera mencermati valuasi portofolio mereka.
Perubahan pengendali yang terjadi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan kewajiban hukum yang membuka peluang likuiditas bagi para investor minoritas di tengah transisi kepemimpinan perusahaan.
Langkah ini menyusul penguasaan mayoritas saham oleh entitas baru yang kini berupaya merampungkan seluruh kewajiban akuisisinya sesuai regulasi pasar modal yang berlaku.
Baca Juga
Berdasarkan prospektus yang dirilis pada Kamis (12/3/2026), PT Olive Power Invest selaku pengendali baru resmi memulai penawaran tender wajib atau mandatory tender offer (MTO) atas saham OLIV.
Aksi korporasi ini mencakup sebanyak-banyaknya 590.073.314 lembar saham atau setara dengan 31,06 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Pengendali baru telah menetapkan harga penawaran sebesar Rp35 per saham, sehingga total nilai maksimum transaksi ini diproyeksikan mencapai Rp20,66 miliar.
Sesuai jadwal yang ditetapkan, periode penawaran tender wajib ini akan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai dari 13 Maret hingga berakhir pada 11 April 2026.
Mengapa Harga Tender Offer Jauh di Atas Harga Akuisisi Awal?
Olive Power Invest sebelumnya telah mengamankan posisi sebagai pemegang saham mayoritas melalui transaksi pengalihan saham yang dilakukan pada 25 November 2025.
Dalam transaksi awal tersebut, pengendali baru menyerap saham dari Hendro Jap sebanyak 1.155.157.112 saham (60,80 persen) dan dari Hioe Mie Tjen sebesar 135.000.000 saham (7,10 persen).
Menariknya, harga pengalihan pada November 2025 tersebut hanya berada di level Rp13,56 per saham dengan total nilai transaksi Rp17,5 miliar.
Kini, melalui skema MTO, perusahaan menawarkan harga Rp35 per saham yang secara signifikan memberikan premium bagi pemegang saham publik yang ingin melakukan divestasi.
Pihak Olive Power Invest menegaskan telah memiliki dana yang cukup untuk melakukan pembayaran penuh kepada seluruh pemegang saham yang berpartisipasi dalam MTO ini.
Struktur Kepemilikan Baru: Siapa yang Masih Tersisa di OLIV?
Pasca pengalihan saham tahun lalu, total kepemilikan yang didekap oleh pengendali baru saat ini mencapai 1.290.157.112 saham atau mewakili 67,90 persen dari modal perseroan.
Perubahan komposisi ini juga menandai keluarnya salah satu pemegang saham lama, di mana Hioe Mie Tjen dilaporkan sudah tidak lagi memiliki sisa saham pada perseroan.
Kewajiban MTO ini merupakan konsekuensi logis agar pemegang saham sisa memiliki hak yang sama untuk keluar dari investasi mereka pada harga yang dianggap adil oleh regulator.
Keberhasilan tender offer ini nantinya akan menentukan seberapa besar porsi kepemilikan publik yang masih akan bertahan di bawah bendera pengendali baru tersebut.
Investor diharapkan memantau batas waktu 11 April 2026 untuk menentukan sikap terhadap penawaran tunai yang disediakan oleh PT Olive Power Invest.
Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.









