WASHINGTON, BursaNusantara.com – Elon Musk kembali menjadi pusat perhatian setelah mengumumkan rencana ambisius untuk menggandakan produksi kendaraan Tesla di Amerika Serikat dalam dua tahun ke depan. Langkah ini mendapat dukungan tak terduga dari mantan Presiden Donald Trump, yang membeli beberapa model Tesla, termasuk Cybertruck, sebagai bentuk solidaritas terhadap perusahaan tersebut.
Trump Dukung Tesla dengan Membeli Cybertruck
Mengutip Unilad, sejak diangkat sebagai salah satu pemimpin Departemen Efisiensi Pemerintahan (Department of Government Efficiency/DOGE), Elon Musk semakin sering terlihat bersama Donald Trump. Hubungan keduanya semakin menarik perhatian publik setelah Trump membeli Tesla sebagai bentuk dukungan terhadap perusahaan kendaraan listrik tersebut.
Dukungan Trump muncul setelah harga saham Tesla mengalami penurunan signifikan. Melalui platform Truth Social, Trump menuduh kelompok “Radical Left Lunatics” berusaha menjatuhkan Tesla dengan cara ilegal. Sebagai bentuk perlawanan, ia memutuskan untuk membeli mobil Tesla dengan harga penuh, tanpa meminta potongan harga atau diskon khusus.
Dalam sebuah foto yang diambil saat Trump berada di Gedung Putih, tampak secarik kertas dengan daftar spesifikasi, harga, dan fitur kendaraan Tesla, termasuk informasi tentang teknologi self-driving yang ditawarkan dengan biaya tambahan.
Langkah ini memicu berbagai spekulasi. Banyak yang mempertanyakan apakah ada motif politik di balik aksi ini atau apakah Trump memang benar-benar ingin memiliki Tesla.
Target Ambisius Tesla: Produksi Digandakan dalam Dua Tahun
Setelah aksi dukungan Trump, Elon Musk mengumumkan bahwa Tesla akan menggandakan produksi kendaraan listrik di Amerika Serikat dalam waktu dua tahun. Pengumuman ini ia sampaikan melalui akun Twitter resminya, menyatakan bahwa Tesla ingin memperkuat industri otomotif nasional dan menunjukkan keyakinan pada masa depan ekonomi AS.
Namun, target ambisius ini mengundang berbagai reaksi. Sejumlah analis meragukan kemampuan Tesla untuk mencapai tujuan tersebut, mengingat tantangan industri otomotif saat ini, seperti:
- Masalah rantai pasokan yang masih belum stabil
- Kenaikan harga bahan baku
- Persaingan ketat dengan produsen kendaraan listrik lainnya
Beberapa pihak juga menyoroti harga kendaraan Tesla yang masih tergolong tinggi. Mereka berharap Musk dapat menurunkan harga agar kendaraan listrik Tesla bisa lebih terjangkau bagi masyarakat luas.
Tantangan dan Protes Terhadap Tesla
Selain skeptisisme mengenai peningkatan produksi, Tesla juga menghadapi tantangan lain berupa dugaan boikot dari kelompok aktivis progresif. Beredar spekulasi di media sosial bahwa beberapa aksi protes terhadap Tesla dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin menjatuhkan perusahaan milik Musk.
Beberapa pengguna media sosial menyampaikan keprihatinan terhadap meningkatnya ketegangan politik yang bisa berdampak pada merek Tesla. Seorang pengguna bahkan mengaku ragu untuk membeli Tesla karena khawatir dengan reaksi negatif dari lingkungan konservatif di sekitarnya.
Di tengah kontroversi ini, Tesla tetap berupaya memperluas produksi dan menegaskan komitmennya terhadap inovasi kendaraan listrik. Sementara itu, dukungan dari tokoh seperti Trump mungkin dapat membantu Tesla menarik perhatian lebih banyak konsumen dan investor.












