Thong Guan Industries Resmi Berinvestasi di KIT Batang
JAKARTA, BursaNusantara.com – Thong Guan Industries Bhd (TG), perusahaan kemasan asal Malaysia, resmi berinvestasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Investasi ini semakin memperkuat peran Indonesia sebagai tujuan utama investasi di Asia Tenggara.
Komitmen ini tertuang dalam penandatanganan Confirmation Letter antara Managing Director Thong Guan Industries, Dato’ Ang Poon Chuan, dan Direktur Pemasaran dan Pengembangan KITB, Indri Septa Respati. Acara ini berlangsung di Wisma Indonesia, Penang, Malaysia, dengan disaksikan Konsul Jenderal Republik Indonesia di Penang, Wanton Saragih, serta Direktur IIPC Singapura, Andria Buchara.
Faktor Pendorong Investasi Thong Guan di Indonesia
Konsul Jenderal RI di Penang, Wanton Saragih, menjelaskan bahwa promosi ekonomi Indonesia kepada Thong Guan Industries telah dilakukan sejak April 2024. Kolaborasi yang erat antara Konsulat Jenderal RI di Penang, Kementerian Investasi, IIPC Singapura, dan KITB akhirnya membuahkan hasil dengan komitmen investasi ini.
Managing Director Thong Guan Industries, Dato’ Ang Poon Chuan, menegaskan bahwa Indonesia memiliki daya tarik investasi yang kuat.
“Pasar Indonesia sangat besar, dan KIT Batang memiliki fasilitas kelas dunia yang dapat mendukung ekspansi bisnis kami secara global,” kata Ang Poon Chuan.
Rincian Investasi dan Kontribusi terhadap Ekonomi Nasional
Thong Guan Industries akan membangun pabrik seluas 5 hektare di KITB dengan investasi awal sebesar US$7 juta. Pabrik ini akan berfokus pada produksi kemasan ramah lingkungan, termasuk:
- Wrapping Plastic
- Garbage Plastic
- Film Plastic
Dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 150.000 ton, perusahaan ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan efisiensi rantai pasok industri kemasan di Indonesia.
KIT Batang: Magnet Baru Investasi Asing
Menurut Direktur IIPC Singapura, Andria Buchara, KITB semakin menjadi pilihan utama bagi investor asing. Infrastruktur yang memadai, kebijakan investasi yang ramah, serta lokasinya yang strategis menjadikan kawasan ini unggul dibandingkan kawasan industri lain di Asia Tenggara.
“KITB memiliki daya saing global dengan konsep smart, green, and sustainable yang menarik bagi investor,” ujar Andria Buchara.
Selain itu, KITB telah mendapatkan sertifikasi Greenship dari Green Building Council Indonesia. Komitmen terhadap bisnis berkelanjutan semakin memperkuat daya tariknya bagi investor seperti Thong Guan, yang berkomitmen menerapkan teknologi zero plastic production waste dan mendukung ekonomi sirkular.
Sinergi dengan Visi Ekonomi Nasional
Direktur Pemasaran dan Pengembangan KITB, Indri Septa Respati, menambahkan bahwa investasi ini mendukung visi ekonomi nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita, yang menekankan hilirisasi industri dan ketahanan ekonomi.
“Kehadiran Thong Guan di KITB akan meningkatkan efisiensi logistik, mengoptimalkan rantai pasok, dan memperkuat peran Indonesia sebagai pusat ekspor global,” ungkap Indri Septa Respati.
KITB merupakan kawasan industri milik negara terbesar di Indonesia, mencakup area seluas 4.300 hektare di Jawa Tengah. Sejak dikembangkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), kawasan ini telah menarik 28 investor multinasional dan domestik dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Korea Selatan, Belanda, China, Taiwan, dan Singapura.
Dampak Positif bagi Perekonomian Indonesia
Investasi Thong Guan Industries di KITB membawa dampak positif bagi perekonomian nasional, antara lain:
- Meningkatkan Daya Saing Industri
- Kehadiran produsen kemasan berkualitas global di Indonesia akan memperkuat industri manufaktur domestik.
- Menyerap Tenaga Kerja Lokal
- Pabrik baru di KITB akan menciptakan ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
- Meningkatkan Ekspor dan Devisa
- Produk kemasan Thong Guan yang diekspor ke berbagai negara akan memperbesar kontribusi Indonesia dalam rantai pasok global.
- Mendorong Hilirisasi Industri
- Investasi ini sejalan dengan program hilirisasi industri yang dicanangkan pemerintah.
Dengan langkah strategis ini, Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi investasi yang menarik bagi perusahaan global di kawasan Asia Tenggara. Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dapat menciptakan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.











